Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Karangasem – Seorang pendaki bernama I Gusti Agung ES (45) meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali.

Korban dilaporkan mengalami kelelahan hebat hingga tidak sadarkan diri di jalur pendakian sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban mendaki bersama beberapa rekannya pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 12.00 Wita melalui jalur Pasar Agung, Kecamatan Selat.

Ketika rombongan berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), korban diduga kelelahan dan langsung jatuh pingsan di lokasi tersebut.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera bergerak untuk mengevakuasi korban dari jalur pendakian. Koordinator Pos SAR Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, membenarkan adanya proses evakuasi kedaruratan tersebut.

”Benar, barusan kami selesai melakukan evakuasi. Saat ini pendaki tersebut sudah berada di Puskesmas karena kondisinya tak sadarkan diri,” kata Bhayangkara dikutip dari Detik.com, Senin (20/7/2026).

Kepala Puskesmas Selat, I Made Sudarba, menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan dokter dan petugas medis begitu menerima informasi.

Setibanya di pos bawah, korban langsung mendapatkan pertolongan awal sebelum dilarikan ke Puskesmas Selat untuk pemeriksaan lanjutan. Namun, beberapa menit setelah tindakan medis dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia.

”Pendaki tersebut meninggal dunia kemarin malam,” kata I Made Sudarba.

Kelelahan...

Korban diduga kuat meninggal dunia akibat kelelahan fisik karena memaksakan diri mendaki hingga memicu terjadinya gagal jantung. Pihak medis telah berupaya melakukan tindakan penyelamatan darurat secara maksimal.

”Kami sudah upayakan untuk melakukan penanganan yang terbaik, tapi nyawa korban tetap tak tertolong,” ujar Sudarba.

Setelah dipastikan meninggal dunia, pihak Puskesmas Selat langsung berkoordinasi dengan perwakilan keluarga korban. Atas kesepakatan bersama, jenazah pendaki tersebut kemudian dibawa ke RSUD Tabanan untuk dititipkan sementara waktu.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler