Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Baubau – Seorang siswi SD di Baubau, Sulawesi Tenggara menjadi korban perundungan atau bully oleh teman-temannya. Gara-garanya, dia tidak bisa menjawab soal.

Parahnya, sang guru justru sengaja merekam aksi bully tersebut. Video rekaman itu pun kemudian disebar di media sosial dan viral. Dalam video berdurasi 0,47 detik itu dampak seorang siswi SD menangis di depan pintu kelas sambil menutupi wajahnya dengan tangan.

“Jangko (jangan) tertawa,” ujar suara pria yang diduga dari gurunya itu meminta para murid yang menertawai siswi tersebut untuk tidak menertawai rekannya.

Pria tersebut kembali bersuara. “Yang penting tidak ada yang ganggu toh?” tanya pria itu kepada para murid lainnya yang menertawai siswi tengah menangis.

Baca juga: Siswa SD di Gondosari Gebog Kudus Dibully Sadis

Di tengah sorak sorai para siswa lainnya menertawakan si siswi yang menangis, si guru itu kembali bersuara dengan mengatakan akan menyebar video yang direkamnya.

“Jadi sebentar saya kirim di WA grup ini, disuruh kerjakan di papan (tulis) tidak tahu, menangis. Supaya dibaca (dilihat) mamanya, saya kirim di WA,” ujarnya.

Pria diduga guru itu lantas meminta siswi tersebut untuk terus menangis. Aksinya itu kembali disorak para murid. “Kasih tahu menangis mi, menangis mi!” katanya.

Di tengah sorak-sorakan temannya dan ucapan guru yang memintanya terus menangis, siswi tersebut lantas terus menangis tersedu-sedu.Melansir Detikcom, Selasa (2/11/2021) ibu dari siswi korban perundungan itu mengaku tak terima dengan perlakukan guru tersebut pada anaknya. Menurutnya, guru harusnya mendidik dan membimbing anaknya jika tidak bisa menjawab soal yang diberikan.Baca juga: Siswa SD Dibully Sadis, Disdikpora Kudus Bantah Berita itu Tak Benar“Gara-gara (disuruh) kerjakan soalnya 7x35-19 = ? Biar siapa belum tentu langsung jawab. Yang saya herankan kenapa juga hanya anakku yang divideo sedangkan teman-temannya yang lain, tidak tahu jawab tidak divideo,” ujar Siti, Senin (1/11/2021).Menurut Siti, peristiwa dalam video viral terjadi pada 11 Oktober lalu di sekolahnya di Baubau, Sultra. Dia baru menyaksikan video anaknya itu keesokan harinya, yakni pada 12 Oktober. Siti menyebut akanya itu baru duduk di bangku kelas 1 SD.“Kan Selasa saya baru tahu, jadi hari Rabu saya langsung ke sekolah ketemu dengan wali kelasnya (guru yang video), saya tanyakan kenapa anak saya divideo. Apakah gurunya sentimen atau bagaimana, tapi kata gurunya (bilang) tidak, dia sayang katanya sama anak saya, tapi saya heran kenapa caranya begitu,” ujarnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detikcom

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler