Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Malang – Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) terjadi di Kota Malang. Seorang warga Kota Malang, Joko Santoso (38), sempat mengalami kebutaan usai vaksinasi Covid19.

Kini, kondisinya mulai membaik dan berharap bisa segera pulih seperti sediakala. Warga Jalan Burung Gereja, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang itu mengatakan saat ini penglihatannya sudah mulai membaik meskipun baru bisa melihat bayangan hitam dan putih.

“Sekarang masih hitam putih untuk melihat. Sudah 75 persen (membaik). Sudah bisa berjalan sendiri,” kata Joko di Malang, Jawa Timur, melansir dari Antaranews.com, Jumat (3/12/2021).

Joko kemudian menceritakan pengalaman tak mengenakkan itu. Mulanya, ia ikut vaksinasi Covid19 pada 3 September 2021 di kediaman Ketua RW setempat. Saat itu, vaksin yang digunakan AstraZeneca.

Baca juga: Belum Ada KIPI Parah Vaksin AstraZeneca di Wilayah Puskesmas Ini

Dalam skrining yang dilakukan, kondisi Joko sehat dan normal. Kemudian, usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 ia menunggu kurang lebih selama 15 menit untuk observasi dan mendapatkan surat keterangan vaksinasi.

Namun, karena menunggu terlalu lama, Joko akhirnya memilih pulang. “Kemudian saat berada di rumah saya mual dan sempat muntah dua kali. Saya menelepon istri dan diminta untuk minum vitamin C. Setelah itu saya istirahat sampai istri saya pulang,” katanya.

Kemudian, pada malam harinya, penglihatannya mulai kabur saat memainkan ponsel genggam miliknya. Saat itu, ia menduga kaburnya pandangan mata tersebut karena dirinya mengantuk dan kemudian beristirahat.
Keesokan harinya saat terbangun dari tidurnya, Joko tidak bisa melihat apapun. Pandangan mata Joko gelap. Akibat kejadian itu, kemudian istri Joko yang bernama Titik Andayani (35) melaporkan hal itu kepada Ketua RW, dan Joko langsung dibawa ke rumah sakit.“Pagi harinya saya dibangunkan istri untuk bekerja. Namun, pandangan mata saya gelap. Istri saya melaporkan ke RW, dan saya dibawa ke RS Reva Husada yang kemudian dirujuk ke RSUD Saiful Anwar,” katanya.Joko sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang selama kurang lebih 11 hari. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kelainan kesehatan. Dokter juga menyatakan bahwa Joko dalam kondisi normal.“Sampai saat ini masih diobservasi terus perkembangannya. Mata sebelah kiri yang paling baik dan sudah mendekati normal,” ujarnya.Ia berharap kondisinya bisa segera pulih dan kembali bekerja. Sebelum penglihatan Joko terganggu, ia bekerja sebagai kuli bangunan di wilayah Malang Raya. Saat ini, hanya istri Joko yang bekerja di sebuah apotek yang ada di Kota Malang. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Antaranews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler