Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Lumajang – Warga digegerkan penampakan cahaya merah di Gunung Semeru. Penampakan itu terekam dan viral di media sosial. Penampakan itu kemudian dikaitkan dengan hal mistis.

Dalam video yang beredar, tampak pengambilan gambar dilakukan dari pos pantau Gunung Semeru. Seluruh badan Gunung Semeru terekam jelas dalam video tersebut.

Cahaya merah tersebut tampak begitu jelas karena video direkam pada malam hari. Cahaya tersebut terlihat berkelebat.

Video yang beredar itu pun tampak tak lancer alias tersendat-sendat. Di dalam video tersebut terdengar suara dua orang pria yang mengomentari kemunculan cahaya merah yang berkelebat.

Sesaat cahaya merah tersebut muncul, kedua pria tersebut terdengar menangis histeris. Mereka juga mengucapkan doa dan meminta pengampunan kepada Tuhan.

Netizen ramai mengaitkan hal tersebut dengan hal klenik. Namun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempunyai penjelasan ilmiah terkait cahaya merah tersebut.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Warga Berhamburan

Berikut Penjelasan PVMBG:

Melansir Detikcom, Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi PVMBG, Kristianto, mengatakan video tersebut bukan disebar oleh petugas pos pantau. Dia mengatakan banyak pihak yang memberi ulasan tersendiri terkait kondisi Gunung Semeru.

“Yang menyebarkan bukan orang pos pantau. Selama ini banyak sekali netizen memposting video saat ke pos pantau, lalu memberi ulasan sendiri,” kata Kristianto saat dihubungi, Sabtu (11/12/2021).“Itu adalah cahaya panas dari kubah lava yang ada di kawah. Dan itu sudah menjadi keseharian dari Gunung Semeru,” tambahnya.Dia menjelaskan kemunculan cahaya merah tersebut sebagai hal yang biasa terjadi pada malam hari. Cahaya tersebut hanya terekam kamera yang telah di-setting khusus.“Kenapa dia seolah-olah naik ke atas? Itu kan ada asap yang mengepul, cahaya dari kubah lava ini kelihatan hanya malam. Kalau siang tidak. Itu menggunakan kamera kecepatan rendah,” jelasnya.“Suhu yang panas itu seolah kebawa api, padahal itu efek radiasi dari cahaya. Cahaya di bawah tapi kelihatan seperti lampu karena ada asap itu. Sementara itu, ada aliran lava ke bawah, sepanjang sekitar 700 meter. Di bawah juga kan itu menyala di ujung,” tambah Kristianto.Masyarakat diimbau untuk mendapatkan informasi hanya dari pihak berwenang dan bertanggung jawab.“Artinya jadi bukan sesuatu yang hysterical. Masyarakat kan baru tahu, paling itu pengunjung baru, banyak orang luar datang ke sini, dan langsung histeris. Padahal itu fenomena di kawah dan di bawah,” ujarnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detikcom

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler