Sadis! Bocah 5 Tahun di Sumedang Ini Disekap, Kaki dan Tangannya Dirantai Besi
Murianews
Kamis, 6 Januari 2022 14:30:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Sumedang- Perbuatan sadis dan tidak manusiawi terjadi wi wilayah Sumedang, Jawa Barat. Bocah laki-laki berusia 5 tahun disekap dalam rumah dengan kondisi tangan dan kaki diikat dengan rantai besi.
Untungnya, warga sekitar cepat mengetahui kejadian tersebut, sehingga warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Warga menyebut rumah dijadikan tempat sekap bocah itu berada di Kompleks Anggrek Regency, Kabupaten Sumedang.
Berdasarkan keterangan warga sekitar,Engkus, terungkapnya ada disekap itu setelah adanya asap yang mengepul dari rumah S. dia juga mencikum bau gosong dari rumah tersebut.
Baca: Bocah 6 Tahun di Jember Meninggal Penuh Luka, Diduga Dianiaya Ibu Kandungnya
Warga yang melihat bersama dengan satpam pun langsung mendobrak rumah tersebut. Mereka hawatir apabila api semakin membesar.
“Saat warga berada didalam untuk memadamkan api, ada teriakan bocah dari lantai dua. Bocah itu teriak minta tolong. Pas dilihat ke atas, warga dan Satpam melihat ada anak kecil yang tangan dan kakinya diikat dengan rantai besi," ujar Engkus sebagaimana dilansir dari detik.com, Kamis (6/1/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




ilustrasi[/caption]
MURIANEWS, Sumedang- Perbuatan sadis dan tidak manusiawi terjadi wi wilayah