Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Banten- Kepala Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawa telah mengeluarkan statemen untuk penyebab gempa magnitudo (M) 6.7 disekitar Selat Sunda.
Pusat gempa bumi ini ada di 132 km arah barat daya Kota Pandeglang, di kedalaman 40 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
“Gempa terjadi karena lempeng Samudera Indo-Australia bertabrakan dengan Lempeng Benua Eurasia. Lokasi tabrakan ada di bawah Pulau Jawa,” kata Dwikorita dalam jumpa pers virtual BMKG, Jumat (14/1/2022).
"Akibat aktivitas subduksi Lempeng Samudera Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia, atau tempatnya ke bawah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara," lanjutnya.
Baca: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 6.7
Hasil analisis mekanisme pergerakan lempeng bumi yang dilakukan BMKG, pergerakan lempeng bumi ini memiliki mekanisme naik. Maka terjadilah gempa.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




konferensi pers BMKG (tangkapan layar)[/caption]
MURIANEWS, Banten- Kepala Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawa telah mengeluarkan statemen untuk penyebab