Dua Hari Setelah Divaksin, Pelajar Berusia 10 Tahun Ini Meninggal Dunia
Murianews
Selasa, 18 Januari 2022 11:43:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Tasikmalaya- Dua hari setelah disuntik vaksin, pelajar berusia 10 tahun yang merupakan warga Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya meninggal dunia. Diketahui, pelajar tersebut meninggal pada Senin (17/1/2022) sementara penyuntikan vaksin di sekolah dilakukan pada Sabtu (15/1/2022).
Paman korban, Nanang mengatakan, sebelum penyuntikan vaksin tersebut bocah itu Nampak terlihat baik-baik saja. Kemudian pada Sabtu, dia berangkat ke sekolah untuk mendapatkan suntikan vaksin. Usia pulang sekolah pun, boha itu bermain seperti biasa, tidak ada gejala apapun.
"Nah Sabtu malam dia mulai merasakan demam. Kemudian Minggu malam dibawa ke rumah sakit. Ternyata Senin malam meninggal dunia," kata Nanang dilansir dari Detik.com, Selasa (18/1/2022).
Baca: Pemkot Tegal Gunakan Moderna untuk Vaksin Booster
Dia juga membenarkan bahwa tim medis menduga korban meninggal akibat DBD.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Vaksinasi (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Tasikmalaya- Dua hari setelah disuntik vaksin,