Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Mojokerto- Kisah hidup salah seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) harus berakhir tragis. Dia adalah Erfando Ilham (19) meninggal dalam perjalanan turun gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).

Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya itu mengikuti kegiatan Adventure Traning di gunung selama 3 hari. Total ada 12 peserta, salah satunya Erfando.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menjelaskan korban dan teman-temannya dalam perjalanan turun menuju pos 4 di jalur pendakian Desa Tamiajeng, Trawas.

"Menurut keterangan para saksi, sebelum meninggal, korban sempat terpleset dan jatuh sebanyak tiga kali," ungkapnya dilansir dari detik.com, (24/1/2022).

Baca: Fisik 48 Personel SAR Semarang Digembleng di Lembah Gunung Ungaran

Korban masih bisa berjalan sendiri untuk melanjutkan perjalanan turun gunung setelah terungkal yang pertama dan kedua. Erfando baru tidak sadarkan diri setelah terjatuh untuk ketiga kalinya sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pertama terpleset terbentur batu dan luka lecet di jari dan tangan sebelah kiri, terpleset kedua terkena kayu dan mengalami goresan di perut sebelah kiri, yang ketiga kalinya korban sudah mengalami kondisi kurang sadar," terangnya.

Baca: Mendaki Gunung Lagi Ngetren, Jangan Ngaku Pendaki Sejati Jika Tak Punya Ilmu Ini
Melihat Erfando tidak sadarkan diri, sejumlah temannya berupaya memberi pertolongan pertama. Mereka juga meminta bantuan Tim SAR dari jalur pendakian Tamiajeng. Namun, nyawa mahasiswa asal Kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya tidak bisa diselamatkan."Sekira pukul 00.00 WIB korban meninggal dunia di jalur pendakian di atas pos 4 di bawah puncak bayangan Gunung Penanggungan," ungkap Andaru.Baca: 2 Hari Hilang, Pendaki Gunung Andong Magelang Ditemukan di Dasar JurangEvakuasi jenazah Erfando dibantu Tim SAR jalur pendakian Tamiajeng. Jenazah tiba di Puskesmas Trawas pada Minggu (23/1/2022) sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi telah melakukan visum luar terhadap jasad korban.Kemudian jenazah dipindahkan ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk mengungkap penyebab kematian Erfando, jenazahnya akan diautopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler