Sakit Hati Gaji Ngajar Tak Dibayar, Mantan Guru Honorer Ini Nekat Bakar Sekolah
Murianews
Kamis, 27 Januari 2022 06:36:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Garut- Seorang mantan guru honorer SMPN1 Cikelet, Garut berinisial MA, nekat membakar sekolahan tempanya mengajar dulu. Diduga, MA sakit hati lantaran gaji ngajar selama dua tahun tidak diberikan oleh pihak sekolahan.
Karena aksi itu, MA pun terpaksa harus berurusan dengan petugas kepolisian. MA ditangkap polisi pada Minggu (16/1/2022) setelah melihat buti rekaman CCTV bahwa dia adalah pelaku pembakaran SMPN1 Cikelet.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi mengatakan, MA diketahui merupakan mantan guru honorer yang mengajar mata pelajaran Fisika di sekolah tersebut pada periode 1996-1998.
Baca: Kebakaran di Putatsari Grobogan, Dipadamkan Warga
Menurut pengakuan MA, alasan membakar sekolah itu lantaran sakit hati gaji tak dibayar selama dua tahun.
"Dimana pihak sekolah saat itu tidak memberikan upah sebesar Rp 6 juta," kata Dede dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (26/1/2022)
Sakit hati itu yang melatarbelakangi MA berbuat nekat. MA sempat mendatangi pihak sekolah beberapa kali, namun dia tak mendapatkan haknya hingga kini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




MA ditangkap polisi usai membakar sekolahan (CNNIndonesia.com[/caption]
MURIANEWS, Garut- Seorang mantan