Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kaltim- Tontonan melalukan dilakukan oleh anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kalimantan Timur (Kaltim). Saat melaksanakan rapat kerja (raker) para hadirin justru melakukan adu jotos.
Aksi kericuhan hingga berujung adu jotos itu dipicu oleh salah satu orang yang merupakan peserta raker, yakni Sugeng. Dalam hal ini, ucapan Sugeng saat rapat dinilai menyinggung semua peserta yang hadir.
"Iya (dipukul), karena mulutnya menyinggung semua yang ada di ruangan, semua orang dibilang merekayasa. Untung kita sempat selamatkan. Kalau tidak, jadi bulan-bulanan dia," jelas pejabat Humas KONI Kaltim, Zulkarnain dilansir dari detik.com, Sabtu (29/1/2022).
Baca: KONI Jepara Masih Menunggu Kepastian Pelaksanaan Pra Porprov Jateng
Zulkarnain mengatakan, saat rapat Sugeng dengan lantang mengatakan merekayasa beberapa laporan yang silakukan oleh Koni kaltim. Sementara Sugeng tidak mempunyai cukup bukti terkait hal itu.
Kemudian, Sugeng juga mengatakan bahwa rekayasa juga dilakukan dalam hal persyaratan menjadi ketua Koni 2022. Karena itu kemudian para hadrin merasa tidak terima dengan ucapan Sugeng.
Baca: Jelang Porprov Jateng 2023, KONI Grobogan Akan Tambah Cabor Baru
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




kericuhan terjadi saat rapar kerja Koni kaltim (Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kaltim- Tontonan melalukan dilakukan oleh anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (