Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Papua Barat- Situasi di Kota Sorong, Papua Barat kembali mencekam. Setelah sebelumnya terjadi bentrok berdarah hingga membakar diskotik DobleO yang menewaskan 18 orang, kini ratusan warga membolkade jalan Jenderal Sudirman.

Masing-masing dari mereka ada yang membawa panah dan tangannya memegang benda tumpul seperti batu. Belum diketahui motif mereka memblokade jalan utama tersebut.

Saat ini, polisi juga sudah berada di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan. Polisi juga sempat bernegosiasi kepada warga agar mereka berkenan untuk membubarkan diri, tetapi mereka tidak mengindahkan tawaran tersebut.

Baca: Bentrok Berdarah di Sorong, Papua Barat Tewaskan 19 Orang, Begini Kronologinya

Karena situasi semakin memanas, polisi terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa. Satu unit mobil watercanon berusaha memadamkan api yang di dibakar ban bekas dan ditaruh di jalan raya.

Dilansir dari Okezone.com, para perusuh ini juga sempat membakar sebuah rumah di kompleks Marcopolo dekat pergudangan Sinar Numfor tepat di belakang Swissbel Hotel. Aparat, kepolisian dengan mengerahkan satu unit watercanon langsung dengan sigap memadamkan api yang sempat menyala.Baca: Bentrok Berdarah di Sorong Papua, Polri Selidiki Aktor IntelektualBelum diketahui penyebab pasti massa memblokade jalan raya. Namun, dari informasi lapangan yang didapatkan, aksi massa ini diduga buntut dari tewasnya seorang warga di kompleks Marcopolo yang ditemukan tak bernyawa di atap rumah warga pada 4 Februari 2022. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Okezone.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler