Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Tangerang- Seorang guru privat mengaji berinisial AA (24) tega melakukan pencabulan terhadap 11 muridnya. Lebih parah, korban adalah anak-anak yang berusia 8 hingga 11 tahun.

Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, aksi pelaku ini tergolong nekat. Lantaran aksi dilakukan terhadap anak-anak jenis kelamin laki-laki.

Modusnya, lanjut Zain, pelaku menawarkan ilmu tenaga dalam kepada muridnya itu, dengan iming-iming agar mempuntai kekuatan super dan tidak mempan di bacok.

Pada saat melatih tegana dalam itu, pelaku melancarkan aksinya kepada anak-anak tersebut. Untungnya, ada tiga orang tua murid yang melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Baca: Terdakwa Kasus Pencabulan di Panti Asuhan Depok divonis 14 Tahun Penjara

"Dari hasil pemeriksaan terhadap AA, saat ini hanya ada tiga korban yang melapor, makannya kita sedang dalami korban-korban yang lain, sehingga kita ingin mengetahui berapa banyak korban yang ada," kata Zain dilansir dari kompas.com, Jumat (11/2/2022).

Ia mengatakan, AA melakukan pencabulan tersebut saat sedang mengajar mengaji di sebuah tempat ibadah di kawasan Pasar Kemis, Tangerang.
"Yang lebih tragis, dia lakukan di tempat ibadah di Pasar Kemis. Oleh karena itu, kita perlu segera lakukan upaya penjemputan paksa terhadap pelaku," ujar Zain.Baca: Ibu Korban Pencabulan Tangkap Pelaku Sendiri di Bekasi, Ini Jawaban KapolresIa menyebutkan, untuk saat ini penyidik akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku AA."Kemudian kita lebih khusus penanganan terhadap korban, agar trauma yang dia alami bisa hilang. Kita akan kerja sama dengan P2TP2A, kemudian kalau perlu dampingi psikologisnya," tutur Zain. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler