MURIANEWS, Surabaya- Sebanyak 11 orang dari 23 orang yang melakukan ritual di
Pantai Payangan Jember dinyatakan telah meninggal dunia. hal itu lantaran mereka terseret ombak saat melakukan ritual di pantai tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, peristiwa bermula pada Sabtu (12/2/2022) malam pukul 23.00 WIB. Saat itu rombongan kelompok Tunggal Jati Nusantara hendak melakukan ritual di pantai Payangan jember.
Rombongan yang sebagian besar merupakan warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Jember itu naik bus mini dengan nomor polisi DK-7526-VF. Didalamnya terdapat 23 orang. Setibanya di pantai Payangan, mereka mulai mendekati bibir pantai sambil menunggu hingga pukul 00.00 WIB.
Tepat pada pukul 00.00 WIB, rombongan tersebut kemudian melakukan ritual di tepi pantai payangan. Belum diketahui ritual seperti apa yang dilakukan oleh rombongan tersebut.
Baca: 2 Warga Srobyong Jepara Tewas Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai BlebakSebelum melakukan ritual, mereka sudah diingatkan oleh warga sekitar pantai agar tidak mendekat di tepi pantai, lantaran pada saat tengah malam, gelombang laut cukup tinggi. Namun, mereka tidak menghiraukan peringatan itu dan tetap melakukan ritual.
“25 menit Ketika melakukan ritual, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret 23 orang yang melakukan ritual itu,” katanya dilansir dari
Kompas.com, Minggu (13/2/2022).
Warga yang melita kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ambulu dibantu Babinsa Sumberejo, Perangkat Desa, juga SAR Lokal. Perugas kemudian melakukan evakuasi terhadap korban.
Baca: Akhirnya 1 Korban Terseret Ombak di Kebumen Ditemukan dalam Kondisi Tewas
“Tidak semuanya tisa diselamatkan. Sejauh ini, ada 12 korban yang berhasil diselamatkan, sementara 11 lainnya meninggal dunia,” jelas Yogi.Sementara Kasatpol Airud Polres Jember M Nai mengatakan, hingga saat ini semua korban sudah ditemukan. Total ada 11 korban meninggal, sementara 12 lainnya terselamatkan.“Semua sudah ditemukan, jumlah total korban meninggal dunia ada 11 orang. Awalnya ada 10 yang ditemukan oleh para tim gabungan yang mencari korban. Terakhir, ada satu orang yang baru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Nai.
Baca: Tiga Remaja Tenggelam di Pantai Sidem Tulungagung, Dua TewasKorban ditemukan tidak jauh dair tempat ritual, yakni jarak 10 meter. Selain itu, dari 11 orang yang meninggal dunia itu, juga ada anggota polisi atas nama Febri yang meninggal dunia.Dia juga sebagai anggota dari kegiatan ritual di pinggir pantai payangan itu.“Dia sebagai anggota juga,” ucap dia. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
Kompas.com
[caption id="attachment_272098" align="alignleft" width="880"]

relawan nampak membawa jenazah korban ritual di pantai Payangan (Dok.basarnas Jember)[/caption]
MURIANEWS, Surabaya- Sebanyak 11 orang dari 23 orang yang melakukan ritual di
Pantai Payangan Jember dinyatakan telah meninggal dunia. hal itu lantaran mereka terseret ombak saat melakukan ritual di pantai tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, peristiwa bermula pada Sabtu (12/2/2022) malam pukul 23.00 WIB. Saat itu rombongan kelompok Tunggal Jati Nusantara hendak melakukan ritual di pantai Payangan jember.
Rombongan yang sebagian besar merupakan warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Jember itu naik bus mini dengan nomor polisi DK-7526-VF. Didalamnya terdapat 23 orang. Setibanya di pantai Payangan, mereka mulai mendekati bibir pantai sambil menunggu hingga pukul 00.00 WIB.
Tepat pada pukul 00.00 WIB, rombongan tersebut kemudian melakukan ritual di tepi pantai payangan. Belum diketahui ritual seperti apa yang dilakukan oleh rombongan tersebut.
Baca: 2 Warga Srobyong Jepara Tewas Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Blebak
Sebelum melakukan ritual, mereka sudah diingatkan oleh warga sekitar pantai agar tidak mendekat di tepi pantai, lantaran pada saat tengah malam, gelombang laut cukup tinggi. Namun, mereka tidak menghiraukan peringatan itu dan tetap melakukan ritual.
“25 menit Ketika melakukan ritual, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret 23 orang yang melakukan ritual itu,” katanya dilansir dari
Kompas.com, Minggu (13/2/2022).
Warga yang melita kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ambulu dibantu Babinsa Sumberejo, Perangkat Desa, juga SAR Lokal. Perugas kemudian melakukan evakuasi terhadap korban.
Baca: Akhirnya 1 Korban Terseret Ombak di Kebumen Ditemukan dalam Kondisi Tewas
“Tidak semuanya tisa diselamatkan. Sejauh ini, ada 12 korban yang berhasil diselamatkan, sementara 11 lainnya meninggal dunia,” jelas Yogi.
Sementara Kasatpol Airud Polres Jember M Nai mengatakan, hingga saat ini semua korban sudah ditemukan. Total ada 11 korban meninggal, sementara 12 lainnya terselamatkan.
“Semua sudah ditemukan, jumlah total korban meninggal dunia ada 11 orang. Awalnya ada 10 yang ditemukan oleh para tim gabungan yang mencari korban. Terakhir, ada satu orang yang baru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Nai.
Baca: Tiga Remaja Tenggelam di Pantai Sidem Tulungagung, Dua Tewas
Korban ditemukan tidak jauh dair tempat ritual, yakni jarak 10 meter. Selain itu, dari 11 orang yang meninggal dunia itu, juga ada anggota polisi atas nama Febri yang meninggal dunia.
Dia juga sebagai anggota dari kegiatan ritual di pinggir pantai payangan itu.
“Dia sebagai anggota juga,” ucap dia.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
Kompas.com