Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jember- Guru spiritual yang membimbing dalam acara ritual di Pantai Payangan Jember hingga menewaskan 11 orang, rupanya masih selamat dari amukan ombak. Polisi pun akan bergegas untuk meminta keterangan kepada guru spiritual terdebut.

Guru spiritual itu adalah NH (35) warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember. Kelompok ritual itu diketahui bernama Tunggal Jati Nusantara.

"Korban selamat salah satunya adalah pemimpin kelompok ritual itu," ujar Kapolres Jember AKBP Hary Purnomo seperti dilansir detik.com Senin (14/2/2022).

Hary mengaku akan melakukan proses penyelidikan lanjutan. Yakni meminta keterangan terhadap korban selamat, termasuk keterangan dari sang guru spiritual.

BacaKronologi Ritual di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang

"Nanti lebih lanjut akan kami sampaikan proses penyelidikan. Mohon waktu," kata Hary.

Diberitakan sebelumnya, ada 23 orang yang mengikuti ritual tersebut. Tepat pada pukul 00.00 WIB, para rombongan Tunggal Jati Nusantara itu melakukan ritual di tepi pantai Payangan.
Sekitar 25 menit kemudian, ombak tiba-tiba datang dan menggulung rombongan tersebut. Semua rombongan pun terpental ke laut. Ada yang berhasil menyelamatkan diri, namun ada juga yang naas.BacaTujuh Pengunjung Pantai Suwuk Kebumen Terseret Ombak, Dua HilangAtas kejadian itu, terdapat 11 korban yang meninggal dunia, salah satunya anggota kepolisian yang juga bergabung dengan rombongan itu. Sementara 12 lainya masih terselamatkan.Hingga saat ini, polisi belum mengetahui ritual yang dilakukan oleh rombongan terdebut. Polisi masih akan melakukan penyelidikan, termasuk kepada korban yang selamat. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler