Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bali- Upaya penyelundupan penyu hijau ke Bali melalui pelabuhan Gilimanuk, berhasil digagalkan oleh petugas Polres Jembrana. Pelaku penyelundupan kemudian di bawa ke Mapolres guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara sembilan penyu hijau yang hendak diselundupkan itu, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, rupanya ditemukan sejumlah luka.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso mengatakan, terdapat beberapa luka pada penyu tersebut. Di antaraya terdapat luka akibat teritip.

"Pada beberapa penyu terdapat luka di flipper diduga akibat diikat dengan tali," katanya seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (19/2/2022).

Permana menjelaskan, temuan luka pada sejumlah penyu itu diketahui usai dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter hewan dari Flying Vet Bali. Pemeriksaan meliputi pengukuran morfometrik tubuh dan keadaan fisik penyu.

BacaGubernur Bali Siapkan Hadiah Rp 1,9 M untuk Pawai Ogoh-Ogoh

Dari 9 ekor penyu yang diukur tersebut, penyu terbesar berukuran 130 sentimeter dan terkecil berukuran 44 sentimeter. Sedangkan keseluruhan penyu merupakan spesies penyu hijau.

"Rinciannya dengan jumlah 8 ekor betina dan 1 ekor jantan, 4 di antarnya merupakan penyu dewasa 3 betina dan 1 jantan," kata dia.Kendati ditemukan luka, Permana mengatakan luka pada penyu tersebut tak menggangu pergerakan sirip.Pihaknya memastikan, tak menemukan tanda-tanda dehidrasi pada penyu. Tim dokter telah memberikan pengobatan luka dengan antiseptik dan pemberian perangsang metabolisme.BacaGubernur Koster Izinkan Warga Bali Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi"Rekomendasi hasil pemeriksaan adalah penyu dalam kondisi sehat, alat gerak bekerja normal dan dapat dilepaskan secepatnya," tuturnya.Saat ini penyu masih berada di Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kabupaten Jembrana. Penyu itu masih dalam proses penyelidikan sehingga belum bisa dilepaskan kembali ke alammPenulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler