Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Surabaya- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda Sidoarjo memberikan penjelasan terkait munculnya fenomena hujan es yang mengguyur wilayah Surabaya.
Kasi Data dan Informasi Teguh Tri Susanto mengatakan, muncuknya hujan es tersebut dikarenakan adanya awak cumulonimbus (CB). Sehingga, hujan lebat yang masih berupa partikel padat baik es atau hail dapat terjadi, tergantung dari pembentukan dan pertumbuhan awan CB tersebut.
"Hujan es ini berasal dari awan cumulonimbus dengan cakupan luasan 3 hingga 5 kilometer," kata Teguh, dikutip dari detik.com Senin (21/2).
Baca: Hujan Es Segede Buah Kelengkeng Guyur Surabaya
Teguh menambahkan hujan es biasanya terjadi dalam waktu singkat. Yakni mulai 3 hingga 5 menit saja. Selain itu, hujan es ini terjadi karena adanya updraft atau aliran udara naik dalam awan cumulonimbus yang sangat kuat.
"Ketika uap air dari bagian bagian bawah awan tertarik ke atas melewati lapisan titik beku atau freezing level, maka terjadi pengembunan secara tiba-tiba," papar Teguh.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




sisa hujan es nampak berserakan di halaman rumah warga (tagkapan layar)[/caption]
MURIANEWS, Surabaya- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda Sidoarjo memberikan penjelasan terkait munculnya fenomena