Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pasaman- Setelah terjadi gempa dengan magnitudo (M) 6,1 di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), kini Gunung Talamau juga mengeluarkan asap tebal. Selain itu, gunung yang lokasinya masih berada di Pasaman juga mengeluarkan longsor dan getaran.

Sekretaris BPBD Pasaman Barat Gustrizal membenarkan adanya aktivitas pada gunung setinggi 2.913 mdpl itu pasca-gempa. Dia mengatakan, hingga saat ini sudah terjadi 17 kali getaran yang menyebabkan longsor.

"Tercatat ada 17 kali getaran dan menyebabkan longsor. Lokasinya jauh dari pemukiman," kata Gustrizal dilansir dari Kompas.com, Jumat (25/2/2022).

Baca: Gempa Magnitudo 6,2 di Pasaman Barat, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal

Kendati demikian, sebagai langkah antisipasi warga yang berada di kaki gunung itu sudah diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

"Lokasi longsornya jauh dari pemukiman warga. Tapi warga tetap kita ungsikan ke daerah yang lebih aman," kata Gustrizal.

Sementara itu ahli geologi Sumbar Ade Edward menyebutkan akibat aktifitas gempa bisa memicu Gunung Talamau aktif kembali.
Baca: Kapolri Minta Jajarannya Cepat Tanggap Bantu Korban Gempa di Pamasan, Sumbar"Ada laporan gunung ini sempat mengeluarkan asap. Ini tanda-tanda bisa aktif. Kita berdoa jangan sampai jadi aktif," kata Ade.Ade mengatakan, aktivitas gempa bisa memicu magma di gunung bisa mencair kembali dan mengeluarkan gas. Karena itu, pihaknya berharap pusat Vulkanologi bisa memantau aktifitas gunung tersebut."Jika juga imbau agar pemerintah daerah juga mengambil langkah antisipasi. Misalnya dengan mengungsikan warga dari sekitar gunung," tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler