Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Samarinda- Seorang ustadz di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Samarinda berinisial EHP (43), tewas dianiaya dua santrinya, yakni HR dan AA. Hal ini bermula ketika ponsel milik dua santri itu, disita oleh ustadznya. Lantaran saat itu proses belajar mengajar sedang berlangsung.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan, kedua remaja itu awalnya hanya berniat membuat korban pingsan. Pelaku melakukan perbuatan itu agar bisa mengambil kembali ponsel milik HR yang disita korban.

Saat beraksi, kedua pelaku menyamarkan dirinya. AA memakai sebuah topeng monyet, sedangkan HR mengenakan jaket bertutup kepala (hoodie).

BacaHasbi, Bocah Hilang Misterius di Samarinda Disebut Dibawa Sosok Kakek-Kakek

Pengeroyokan dilakukan pada Rabu sekitar pukul 05.30 Wita. Adapun lokasi penganiayaan berada sebuah jalan di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Samarinda Utara.

"Kebetulan di lokasi tersebut terdapat balok-balok kayu sisa bangunan. Jadi masing-masing dari mereka mengambil satu untuk memukul korban," ujar Ary dikutip dari Kompas.com, Sabtu (26/2/2022).

Setelah kejadian itu, kedua palaku langsung melarikan diri. Mereka juga takut apabila setelah gurunya itu dipukul tiba-tiba lansung meninggal.
BacaBocah 7 Tahun Hilang Misterius di Gunung Sendawar SamarindaDari barang bukti yang diamankan polisi, salah satu kayu terdapat sebuah paku. Hal itu diduga menyebabkan luka korban begitu berat. Akibat dianiaya pelaku, korban menderita luka di bagian kepala, leher, dan punggung."Sebelum meninggal, EHP sempat menjalani perawatan intensif selama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie," tutupnya.  Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler