Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, TTS- Sopir ambulans di Puskesmas Kualian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yaner Sesfaot (25) diduga dianiaya oleh Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay. Hal itu lantaran Yaner saat berpapasan dengan Wakil Bupati, tidak membunyikan klakson.

Yaner menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/3/2022) sore. Saat itu dieinya tengah mengemudikan ambulans untuk mengantarkan dokter menuju tempat kos di Kota Soe. Untuk menuju tempat indekos dokter, mereka harus melewati lorong pertokoan yang dipenuhi sejumlah kendaraan roda empat yang parkir di sisi kiri.

"Saat berada di pertengahan lorong, kami berpapasan dengan mobil pelat merah DH 2 C milik Wakil Bupati TTS. Karena di sisi kiri tidak ada tempat untuk menepi, kami menepi ke arah kanan untuk parkir, agar mobil pak Wakil Bupati TTS bisa melintas dengan baik," katanya.

Namun, saat melintas, mobil yang dikemudikan wakil bupati itu malah menyerempet mobil ambulan, persisi sebelah kiri bagian belakang.

"Setelah itu, saya turun dari mobil ambulans dan menghampiri meminta maaf kepada bapak wakil bupati," kata Yaner.

BacaDatangi Pacar Malam-Malam, Pria Grobogan Ini Ngaku Jadi Korban Penganiayaan

Wakil bupati kemudian turun dari mobilnya dan melihat mobilnya yang lecet. Dengan raut muka sedikit marah, Army pun bertanya ke Yaner, bahwa ambulan dari puskesmas mana.

"Pak wakil bupati bilang besok kasih tahu kau punya kepala puskesmas untuk perbaiki mobil ini. Saya bilang siap bapak," kata Yaner, dikutip dari Kompas.com, Jumat (4/3/2022)

Kemudian, pada Rabu (2/3/2022), Yaner yang merupakan tenaga kontrak daerah, bersama seorang dokter dan Kepala Puskesmas Kualin, mendatangi rumah dinas Army Konay untuk bertemu.

Tiba di rumah Army, mereka disuruh menunggu karena masih ada tamu yang berdatangan. Tak lama kemudian, mereka disuruh ke bengkel mobil yang berada tak jauh di belakang rumah dinas Army.

Selanjutnya saat berada di bengkel, Yaner duduk berjejer dengan dokter dan kepala Puskesmas. Army lalu mengambil sebuah kursi dan duduk tepat di sampingnya.

"Bapak wakil langsung bilang, 'saya yang sengaja tabrak kamu karena saat berpapasan, kamu tidak membunyikan klakson mobil'," kata Yaner meniru ucapan Army.
Mendengar itu, Yaner lantas meminta maaf. Tetapi bukannya memaafkan, Army malah memakinya berulang kali. Setelah memaki, Army kemudian memukul Yaner di bagian mulut dan masker yang dikenakan Yaner pun ditarik hingga putus.Setelah itu, Yaner bangun dari kursinya. Tetapi dia dipukul lagi di bagian wajahnya. Yaner lalu menghindar keluar dari bengkel, karena saat itu Army dalam kondisi emosi.Selanjutnya, dia mengantar mobil ambulans ke Puskemas.BacaAda Unsur Penganiayaan di Kematian Bocah SD Karangrejo GroboganAtas kejadian itu, Yaner pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian."Dini hari tadi sekitar pukul 01.00 Wita, saya datang ke kantor polisi untuk laporkan kejadian ini,"jelasnya.Yaner yang merupakan warga Kelurahan Cendana, Kecamatan Kota Soe berharap, laporan tersebut ditindaklanjuti polisi hingga tuntas."Saya berharap, masalah ini bisa diselesaikan dengan betul-betul adil oleh pihak yang berwenang," tandasnya.  Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler