Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Mandaliling Natal- Sebanyak 47 warga Mandaliling Natal (madina), Sumatera Utara (Sumut) tiba-tiba pingsan. Diduga, mereka menghirup gas hidrogen sulfida (H2S) dari pipa milik PT SMGP.

Kapolres Madina Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq membenarkan kejadian tersebut. Diduga, warga mengalami pingsan lantaran menghirup gas H2S.

"Diduga H2S," kata Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, dikutip dari Detik.com, Senin (7/3/2022).

Dia menambahkan, kejadian yang sama juga pernah terjadi pada 2021 lalu. namun, masyaralat tidak mengetahui pasti penyebab pingsan mendadak tersebut. Sehingga salah seorang warga kemudian menemukan ada pipa PT SMGP yang bocor.

Baca: 30 Penghuni Pesantren di Sukabumi Keracunan, Begini Kronologinya

Bahkan dari laporan yang diterimanya, setidaknyapada 2021 itu ada lima warga yang menghirup gas hingga meninggal dunia.

Karena itu, pihak kepolisian pun segera untuk melakukan penyelidikan. Sebab, kejadian pingsan mendadak itu juga menghawatirkan masyarakat setempat. Mereka hawatir apabila gas yang diduga H2S tersebut bisa menyebabkan keracunan akut.

Hari ini kami laksanakan penyelidikan," ungkap Reza.
Baca: Diduga Keracunan Gas, Lima Pekerja Kapal Tongkang Meninggal di Palka KapalSementara warga yang menghirup gas H2S tersebut, langsung dilarikan ke RSUD Payabungan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, 18 diantaranya sudah dinyatakan pulang."Sampai saat ini, dari 47, 18 sudah pulang. Yang lainnya masih dirawat," ujarnya.Atika menyebut pihaknya saat ini sedang memastikan keselamatan warga akibat peristiwa ini. Penyebab pasti dari keracunan ini masih ditelusuri."Keselamatan warga merupakan prioritas. Penyebabnya masih menunggu hasil lab dan investigasi," jelasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler