Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sukabumi- Fenomena tanah bergerak kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Dalam sepekan terakhir, tanah bergerak terus terjadihingga menyebabkan puluhan rumah warga rusak.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Palabuhanratu yaitu Desa Pasirsuren dan Desa Tonjong.

Kemudian Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Desa Pasirbaru Kecamatan Cisolok, dan Desa Sampora Kecamatan Cikidang.

BacaDi Suwidak Banjarnegara, Tanah Bergerak Rusak Jalan dan Lahan Kebun

"Kondisi cukup parah terjadi di Kampung Nyalindung, yang berlokasi di perbatasan dua desa, yaitu Desa Pasirsuren dan Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu. Ada 30 rumah warga rusak karena pergeseran tanah," terang Wawan Godawan, Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi, dikutip dari Kompas.com, Selasa (8/3/2022).

Dia menambahkan, untuk di Kampung Nyalindung ini sebenarnya sudah terjadi setahun lalu. Namun saat itu yang terdampak hanya empat rumah. Hari ini puncaknya mencapai 30 rumah terdampak.

Menurut dia bencana gerakan tanah tersebut, di antaranya terjadi saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi pekan lalu. Untuk wilayah lain, lanjut dia, dampak bencana tersebut tidak terlalu parah dibanding dengan Kampung Nyalindung.

"Sudah kami komunikasikan dengan masyarakat, dan masyarakat paham dengan situasi dan kondisi saat ini," kata Wawan.Baca12 Rumah di Tegal Ambles dan retak Gegara Longsor dan Tanah GerakWawan mengatakan, bencana tanah bergerak terbaru terjadi di Desa Sampora, Cikidang."Informasi terbaru yang saya terima dari Kecamatan Cikidang. Semuanya sudah dapat ditangani bersama aparat di wilayah masing-masing," sambungnya.Dia pun mengimbau warga Sukabumi untuk tetap waspada, apalagi bila hujan turun dengan intensitas tinggi dengan waktu yang lama. Bagi warga yang tinggal di tempat yang rawan sebaiknya segera mencari tempat aman. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler