MURIANEWS, Banyuwangi- Pasangan Suami Istri (Pasutri) Sukari (46) dan Wahyuningsih (36) yang merupakan warga Dusun Tapak Lembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, kabupaten Banyuwangi mempunyai 4 orang anak. Masing-masing dari anaknya itu Namanya terdiri dari
satu huruf.
Keempat anak ini perempuan bernama V (16), anak kedua berjenis kelamin laki-laki bernama J (11), anak ketiga perempuan bernama L (5), dan anak keempat berjenis kelamin perempuan bernama N (2).
Sukari mengatakan, pemberian nama dengan hanya
satu huruf itu agar kebih simple. Sehingga saat penulisan maupun pemanggilan nama pun tidak harus ribet.
"Sebetulnya nggak ada alasan, cuma pingin simpel aja, pas kelahiran pertama," ujar Sukari, dikutip dari
detik.com, Sabtu (19/3/2022).
Baca: Unik, Bayi Laki-Laki di Brebes Diberi Nama Dinas Komunikasi Informatika StatistikSebelumnya, pada kelahiran anak pertama, Sukari sempat mencari nama-nama baik untuk anaknya. Namun karena bingung dan tidak ingin ribet, akhirnya ia memiliki ide memberi nama anaknya dengan
satu huruf.
"Sempat cari nama baik yang seperti orang biasanya. Tapi ya karena ingin simpel akhirnya huruf V yang saya pakai untuk anak pertama," tambahnya.
Hal ini kemudian berlanjut kepada anak-anak selanjutnya. Bahkan, satu anak yang lahir di Balikpapan, juga dikasih nama dengan satu huruf, sama dengan kakaknya.
Nama keempat anak ini pun terpampang jelas dalam tulisan di Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi pada 21 April 2021.Sukari mengaku pemberian nama singkat keempat anaknya ini membuahkan pertanyaan dan protes sejumlah pihak. Khususnya dari ibunya dan beberapa tokoh masyarakat.
Baca: Bayi Lucu di Blora Ini Lahir Normal di Tanggal Cantik 12-02-2021 Tepat di Hari Imlek"Almarhum ibu saya juga pernah tanya. Katanya kenapa kok singkat ngasih namanya. Akhirnya saya kasih penjelasan dan akhirnya beliau pun akhirnya bisa menerima," ujarnya.Kepala Dispendukcapil Banyuwangi Juang Pribadi mengatakan pencatatan nama dengan menggunakan satu huruf tidak menjadi masalah bagi pemohon pencatatan kependudukan."Tugas kita mencatat laporan dari warga atau penduduk. Pakai nama satu huruf atau lebih tidak masalah," ujar Juang. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
Detik.com
[caption id="attachment_278975" align="alignleft" width="880"]

sukari bersama istri dan empat anaknya yang memiliki nama hanya satu huruf (detik.com)[/caption]
MURIANEWS, Banyuwangi- Pasangan Suami Istri (Pasutri) Sukari (46) dan Wahyuningsih (36) yang merupakan warga Dusun Tapak Lembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, kabupaten Banyuwangi mempunyai 4 orang anak. Masing-masing dari anaknya itu Namanya terdiri dari
satu huruf.
Keempat anak ini perempuan bernama V (16), anak kedua berjenis kelamin laki-laki bernama J (11), anak ketiga perempuan bernama L (5), dan anak keempat berjenis kelamin perempuan bernama N (2).
Sukari mengatakan, pemberian nama dengan hanya
satu huruf itu agar kebih simple. Sehingga saat penulisan maupun pemanggilan nama pun tidak harus ribet.
"Sebetulnya nggak ada alasan, cuma pingin simpel aja, pas kelahiran pertama," ujar Sukari, dikutip dari
detik.com, Sabtu (19/3/2022).
Baca: Unik, Bayi Laki-Laki di Brebes Diberi Nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik
Sebelumnya, pada kelahiran anak pertama, Sukari sempat mencari nama-nama baik untuk anaknya. Namun karena bingung dan tidak ingin ribet, akhirnya ia memiliki ide memberi nama anaknya dengan
satu huruf.
"Sempat cari nama baik yang seperti orang biasanya. Tapi ya karena ingin simpel akhirnya huruf V yang saya pakai untuk anak pertama," tambahnya.
Hal ini kemudian berlanjut kepada anak-anak selanjutnya. Bahkan, satu anak yang lahir di Balikpapan, juga dikasih nama dengan satu huruf, sama dengan kakaknya.
Nama keempat anak ini pun terpampang jelas dalam tulisan di Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi pada 21 April 2021.
Sukari mengaku pemberian nama singkat keempat anaknya ini membuahkan pertanyaan dan protes sejumlah pihak. Khususnya dari ibunya dan beberapa tokoh masyarakat.
Baca: Bayi Lucu di Blora Ini Lahir Normal di Tanggal Cantik 12-02-2021 Tepat di Hari Imlek
"Almarhum ibu saya juga pernah tanya. Katanya kenapa kok singkat ngasih namanya. Akhirnya saya kasih penjelasan dan akhirnya beliau pun akhirnya bisa menerima," ujarnya.
Kepala Dispendukcapil Banyuwangi Juang Pribadi mengatakan pencatatan nama dengan menggunakan satu huruf tidak menjadi masalah bagi pemohon pencatatan kependudukan.
"Tugas kita mencatat laporan dari warga atau penduduk. Pakai nama satu huruf atau lebih tidak masalah," ujar Juang.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
Detik.com