Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Banyuwangi- Masyarakat Banyuwangi sudah sering menggelar tradisi Resik Lawon menjelang bulan Ramadan. Ini merupakan tradisi khas yang ada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Resik lawon merupakan upacara pembersihan kain kafan yang ada di petilasan Ki Wongso Karyo atau biasa dikenal dengan Buyut Cungking. Kain kafan yang di ikatkan pada petilasan tersebut, menjelang Ramadan dibuka yang kemudian dicuci.

Sementara air perasan dari kafan tersebut, diperebutkan oleh warga sekitar. Mereka percaya bahwa perasan air kafan itu akan menyehatkan. Bahkan apabila perasan air itu ditaburkan ke sawah, maka hasil panen akan melimpah.

Tidak hanya itu, orang yang meminum perasan air kafan tersebut juga dipercaya dapat menangkal berbagai marabahaya.

Sesepuh adat setempat, Jam`i mengatakan, kepercayaan masyarakat Kelurahan Mojopanggung memang sudah turun- temurun. Dia juga mengatakan, setiap kali meminum air perasan kafan itu membuat badan jadi bugar dan sehat, terhindar dari penyakit.

Baca: Di Rembang Ada Tradisi Perempuan Meminang Laki-laki, Namanya Tradisi Ngemblok

"Kepercayaan masyarakat sini memang begitu. Kadang meminum air perasan mori itu," ujar Jam'i sesepuh adat setempat.

Jam'i mengaku tak hanya meminum, masyarakat juga membawa botol untuk membawa pulang air perasan itu. Konon katanya, air itu juga bisa menyuburkan tanaman di sawah."Hanya disiramkan ke sawah. Dengan harapan tanaman mereka bisa tumbuh subur dan panen yang melimpah," tambahnya.Salah satu warga Banyuwangi, Suwarno (45) sengaja meminum air perasan itu untuk kesehatan. Dia mengambil air perasan kain usai dicuci di sungai dan langsung meneguknya. Tak hanya itu, dirinya juga membawa air perasan untuk tanamannya di sawah."Kami yakin dan percaya jika ini membawa berkah. Semoga selalu sehat dan tanaman saya bisa panen melimpah," harapnya.Tradisi Resik Lawon ini digelar di Petilasan Ki Wongso Karyo atau biasa dikenal dengan Buyut Cungking, Jumat (18/3/2022). Ritual Resik Lawon ini harus diikuti para keturunan dari abdi dalem Buyut Cungking. Resik dalam bahasa Jawa memiliki arti bersih-bersih, sementara Lawon adalah sejenis kain mori atau kain kafan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler