MURIANEWS, Banyuwangi- Masyarakat Banyuwangi sudah sering menggelar tradisi
Resik Lawon menjelang bulan Ramadan. Ini merupakan tradisi khas yang ada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.
Resik lawon merupakan upacara pembersihan kain kafan yang ada di petilasan Ki Wongso Karyo atau biasa dikenal dengan Buyut Cungking. Kain kafan yang di ikatkan pada petilasan tersebut, menjelang Ramadan dibuka yang kemudian dicuci.
Sementara air perasan dari kafan tersebut, diperebutkan oleh warga sekitar. Mereka percaya bahwa perasan air kafan itu akan menyehatkan. Bahkan apabila perasan air itu ditaburkan ke sawah, maka hasil panen akan melimpah.
Tidak hanya itu, orang yang meminum perasan air kafan tersebut juga dipercaya dapat menangkal berbagai marabahaya.
Sesepuh adat setempat, Jam`i mengatakan, kepercayaan masyarakat Kelurahan Mojopanggung memang sudah turun- temurun. Dia juga mengatakan, setiap kali meminum air perasan kafan itu membuat badan jadi bugar dan sehat, terhindar dari penyakit.
Baca: Di Rembang Ada Tradisi Perempuan Meminang Laki-laki, Namanya Tradisi Ngemblok"Kepercayaan masyarakat sini memang begitu. Kadang meminum air perasan mori itu," ujar Jam'i sesepuh adat setempat.
Jam'i mengaku tak hanya meminum, masyarakat juga membawa botol untuk membawa pulang air perasan itu. Konon katanya, air itu juga bisa menyuburkan tanaman di sawah."Hanya disiramkan ke sawah. Dengan harapan tanaman mereka bisa tumbuh subur dan panen yang melimpah," tambahnya.Salah satu warga Banyuwangi, Suwarno (45) sengaja meminum air perasan itu untuk kesehatan. Dia mengambil air perasan kain usai dicuci di sungai dan langsung meneguknya. Tak hanya itu, dirinya juga membawa air perasan untuk tanamannya di sawah."Kami yakin dan percaya jika ini membawa berkah. Semoga selalu sehat dan tanaman saya bisa panen melimpah," harapnya.Tradisi Resik Lawon ini digelar di Petilasan Ki Wongso Karyo atau biasa dikenal dengan Buyut Cungking, Jumat (18/3/2022). Ritual
Resik Lawon ini harus diikuti para keturunan dari abdi dalem Buyut Cungking. Resik dalam bahasa Jawa memiliki arti bersih-bersih, sementara Lawon adalah sejenis kain mori atau kain kafan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
Detik.com
[caption id="attachment_279324" align="alignleft" width="880"]

warga nampak memeras kain kafan (detik.com)[/caption]
MURIANEWS, Banyuwangi- Masyarakat Banyuwangi sudah sering menggelar tradisi
Resik Lawon menjelang bulan Ramadan. Ini merupakan tradisi khas yang ada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.
Resik lawon merupakan upacara pembersihan kain kafan yang ada di petilasan Ki Wongso Karyo atau biasa dikenal dengan Buyut Cungking. Kain kafan yang di ikatkan pada petilasan tersebut, menjelang Ramadan dibuka yang kemudian dicuci.
Sementara air perasan dari kafan tersebut, diperebutkan oleh warga sekitar. Mereka percaya bahwa perasan air kafan itu akan menyehatkan. Bahkan apabila perasan air itu ditaburkan ke sawah, maka hasil panen akan melimpah.
Tidak hanya itu, orang yang meminum perasan air kafan tersebut juga dipercaya dapat menangkal berbagai marabahaya.
Sesepuh adat setempat, Jam`i mengatakan, kepercayaan masyarakat Kelurahan Mojopanggung memang sudah turun- temurun. Dia juga mengatakan, setiap kali meminum air perasan kafan itu membuat badan jadi bugar dan sehat, terhindar dari penyakit.
Baca: Di Rembang Ada Tradisi Perempuan Meminang Laki-laki, Namanya Tradisi Ngemblok
"Kepercayaan masyarakat sini memang begitu. Kadang meminum air perasan mori itu," ujar Jam'i sesepuh adat setempat.
Jam'i mengaku tak hanya meminum, masyarakat juga membawa botol untuk membawa pulang air perasan itu. Konon katanya, air itu juga bisa menyuburkan tanaman di sawah.
"Hanya disiramkan ke sawah. Dengan harapan tanaman mereka bisa tumbuh subur dan panen yang melimpah," tambahnya.
Salah satu warga Banyuwangi, Suwarno (45) sengaja meminum air perasan itu untuk kesehatan. Dia mengambil air perasan kain usai dicuci di sungai dan langsung meneguknya. Tak hanya itu, dirinya juga membawa air perasan untuk tanamannya di sawah.
"Kami yakin dan percaya jika ini membawa berkah. Semoga selalu sehat dan tanaman saya bisa panen melimpah," harapnya.
Tradisi Resik Lawon ini digelar di Petilasan Ki Wongso Karyo atau biasa dikenal dengan Buyut Cungking, Jumat (18/3/2022). Ritual
Resik Lawon ini harus diikuti para keturunan dari abdi dalem Buyut Cungking. Resik dalam bahasa Jawa memiliki arti bersih-bersih, sementara Lawon adalah sejenis kain mori atau kain kafan.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
Detik.com