Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bogor- Sebanyak 43 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Islam Center, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit . Diduga mereka keracunan makanan dari salah seorang donatur.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/3/2022) kemarin. Selesai salat Jumat, para santri berkumpul untuk memakan nasi kotak pemberian dari seorang donatur.

"43 santri ini memakan nasi kotak yang berasal dari donatur pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, pada sore harinya, mereka malah merasakan mual dan muntah,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (26/3/2022).

Bayu menambahkan, mulanya hanya beberapa santri yang merasakan mual dan muntah. Namun, perlahan yang merasakan gejala itu justru bertambah. Sehingga, semua santri yang merasakan mual dan muntah langsung dilarikan ke Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi untuk mendapatkan perawatan.

Baca: 93 Santriwati Brebes Diduga Keracunan Makanan Bantuan, Polisi Turun Tangan

"Gejala itu diketahui pada pukul 16.00 WIB, saat itu semua yang memakan nasi tersebut merasakan pusing, mual dan muntah," ujarnya.
Setelah dirawat beberapa jam, 30 santri yang keracunan pun sudah diperbolehkan pulang. Namun, masih ada 13 santri yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.Sejauh ini, sambung Bayu, pihak kepolisian masih mencari informasi terkait identitas donatur yang memberi sumbangan nasi kotak tersebut. Diduga nasi kotak itu sudah tidak layak dikonsumsi."Untuk identitas donatur saat ini sedang penyelidikan," jelas Bayu. Penulis: Cholis AnwarEditoer: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler