Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jobang- Puluhan warga Dusun Rapahombo, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) terpaksa harus memikul Sigun (62) warga setempat yang sedang sakit. Dia dipikul sejauh sekitar 8 kilometer untuk menemukan jalan yang bisa dilewati mobil.

Warga terpaksa memikul Sigun lantaran jalan menuju desa tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Sementara apabila dibonceng menggunakan motor, kondisi Sigun tidak memungkinkan lantaran penyakitnya sudah cukup parah.

Selain itu, kondisi jalan di kawasan dusun tersebut cukup parah saat musim hujan. Jalan penuh dengan kubangan lumpur.

Warga harus berjalan kaki sekitar 8 kilometer dari Dusun Rapahombo ke kampung terdekat di Dusun Sendang Gogor, Desa Ngepung, Lengkong, Nganjuk.

Baca: Pembatas Jalan Rusak Diduga Ditabrak Truk, Kasatlantas: Tidak Ada Laka

Kepala Dusun Rapahombo Padi mengatakan, alasan utama Sigun harus dipikul karena jalan kampung itu tidak bisa dilalui mobil selama musim hujan. Jalan tanah itu berubah jadi kubangan lumpur yang naik-turun. Di lain sisi, Sigun tidak kuat jika dibonceng menggunakan sepeda motor.

"Kalau dibonceng sepeda motor orangnya tidak mampu karena sakitnya agak parah. Pak Sigun punya riwayat sakit TBC," kata Padi, dikutip dari detik.com, Rabu (30/3/2022).Baca: Jalan Rusak di Jepara Mulai DiperbaikiPadi menjelaskan sekitar 50 warga Dusun Rapahombo terlibat mengevakuasi Sigun ke Puskesmas terdekat sejak pukul 05.30 WIB. Mereka ramai-ramai memikul Sigun dengan sarung dan pikulan kayu, melewati jalan berlumpur dan jalan setapak di tengah hutan."Sampai Sendang Gogor, dijemput mobil siaga Desa Ngepung untuk dibawa ke Puskesmas terdekat. Jalan kaki tadi dua jam. Mobil tidak bisa jalan karena kondisi jalannya parah. Mau naik sepeda motor tidak bisa juga," ungkapnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler