Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jayapura- Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ndeotadi, Toni Tabuni ditembak mati oleh Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz. Saat dilakukan penangkapan, Tabuni melakukan penyerangan dengan menembak petugas.

Dikutip dari Kompas.tv, saat dilakukan penangkapan, keduanya melakukan perlawanan dengan menembak aparat. Karena itu, aparat mengambil langkah tegas dengan melumpuhkan Toni Tabuni. Akibatnya, Toni Tabuni meninggal dunia.

“Toni Tabuni dan rekan Kais Tabuni sedang mengendarai motor, diikuti oleh rekan-rekan kami. Saat dilakukan penangkapan mereka melakukan perlawanan,” tutur Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal.

Baca: KKB Papua Kembali Serang Pos TNI, 2 Prajurit Gugur 8 Luka-Luka

Dari tangan kedua anggota KKB tersebut, petugas mengamankan setidaknya 20 butir peluru, sejumlah uang, serta dokumen.

Namun, untuk Toni akhirnya ditembak mati lantaran sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Saat ini jenazah Toni dibawa ke RS Nabire untuk dilakukan autopsi.

Baca: KKB Kembali Serang Lokasi Penambangan di PapuaPenangkapan bermula, saat keberadaan Toni diketahui bergeser dari Intanjaya ke Nabire pada 26 Maret 2022.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Rabu (30/3/2022) mengatakan, Toni Tabuni merupakan pimpinan kelompok kriminal bersenjata Ndeotadi."Toni Tabuni terlibat dalam sembilan aksi kekerasan bersama kelompoknya," ujar Kamal. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.tv

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler