MURIANEWS, NTB- Masjid Bayan Beleq yang berada di Lombok Utara, nusa Tenggara Barat (NTB) usianya lebih dari tiga abad. Sampai saat ini, bentuk keaslian masjid tersebut masih terjaga. Bahkan dari sisi atap hingga laintai pun belum dilakukan renovasi.
Dinding
Masjid Bayan Beleq masih terbuat dari bambu yang ditata rapi secara vertikal. Kemudian atapnya terbuat dari anyaman Jerami. Bagian lantai masjid masih beralaskan tanah yang berwarna cokelat dan terdapat bedug untuk menandakan waktu salat.
Sementara untuk Menara, masjid tua ini tidak menggunakan simbol bulan atau bintang di atasnya, melainkan hanya menggunakan satu tiang kayu berukuran kecil. Kendati demikian, itu juga mempunyai filosifi Tuhan yang Maha Esa.
Dilansir dari
CNNIndonesia.com, Masjid ini mulai dibangun pada masa-masa awal berkembangnya agama Islam di Pulau Lombok. Masjid ini dibangun oleh seorang penghulu bernama Titi Mas yang juga merupakan orang pertama di Desa Bayan yang memeluk agama Islam.
Baca: Mengenal Keberadaan Masjid Tertua di Boyolali Peninggalan PB X, Usianya Sudah Seabad LebihNama Beleq memiliki arti 'makam besar' lantaran di sekitar masjid ini terdapat sejumlah makam dari tokoh-tokoh agama Islam di Bayan dan pihak yang mengurus masjid sejak awal dibangun.
Cagar Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menerangkan sejumlah bentuk arsitektur dan makna filosofis dari beberapa sudutnya. Secara umum bangunan Masjid Kuno Bayan Beleq terdiri dari tiga bagian; kepala, badan, dan kaki.
Baca: Ternyata Masjid Tertua Kudus Ini Tidak Digunakan untuk Salat JumatSecara filosofis menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara.
Masjid ini mempunyai atap dua tingkat, berbentuk limasan dan memiliki mahkota pada bagian puncaknya. Bagian atapnya bertingkat dua terbuat dari bilah bambu yang dianyam, dengan satu tiang sebagai mahkota.
Baca: Jejak Masjid Tertua di Pati Peninggalan WaliAtap tingkat pertama sengaja didesain menjurai dengan bidang permukaan atap keempat sisinya miring. Adapun bila diperhatikan penampakannya menyerupai bentuk segitiga sama sisi. Bagian atap kedua terdapat sebuah tiang yang disebut tunjang langit yang terbuat dari kayu dan tingginya 1,1 meter.Sementara pada bagian badan masjid ditopang oleh empat tiang utama yang terbuat dari kayu nangka. Keempat tiang utama ini berdiri di permukaan umpak dari batu alam jenis monolit. Selain tiang utama, masjid ini juga mempunyai tiang lainnya yang berjumlah 28 tiang. Di dalam ruang masjid bagian tengah terdapat sebuah bedug yang digantung dengan tali rotan.
Baca: Pengadilan Masa Sunan Kudus Ternyata di Sini TempatnyaDi sebelah kanan terdapat sebuah mimbar khotbah yang sederhana. Pada bagian atas mimbar terdapat hiasan naga yang di bagian badannya dihiasi tiga buah bintang bersudut 12, 8, dan 7. Dijelaskan, angka 12 melambangkan bulan, angka 8 melambangkan dari tahun, dan 7 melambangkan hari.Selanjutnya, bagian kaki atau pondasi masjid ini terbuat dari batu alam atau monolit yang disusun rapi tanpa menggunakan adukan spesi, dengan berbentuk bujur sangkar.
Baca: Berdiri Sejak Era Kolonial, Masjid di Janggalan Kudus Ini Usianya Capai 163 TahunSelain itu, sekitar Masjid Kuno Bayan Beleq ini terdapat enam cungkup makam yang terbuat dari bambu yang berisi makam para tokoh ulama, yaitu: makam Plawangan, makam Karang Salah, makam Anyar, makam Reak, Makam Titi Mas Penghulu, dan makam Sesait. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
CNNIndonesia.com
[caption id="attachment_282169" align="alignleft" width="880"]

Masjid Kuno Bayan Beleq (detik.com)[/caption]
MURIANEWS, NTB- Masjid Bayan Beleq yang berada di Lombok Utara, nusa Tenggara Barat (NTB) usianya lebih dari tiga abad. Sampai saat ini, bentuk keaslian masjid tersebut masih terjaga. Bahkan dari sisi atap hingga laintai pun belum dilakukan renovasi.
Dinding
Masjid Bayan Beleq masih terbuat dari bambu yang ditata rapi secara vertikal. Kemudian atapnya terbuat dari anyaman Jerami. Bagian lantai masjid masih beralaskan tanah yang berwarna cokelat dan terdapat bedug untuk menandakan waktu salat.
Sementara untuk Menara, masjid tua ini tidak menggunakan simbol bulan atau bintang di atasnya, melainkan hanya menggunakan satu tiang kayu berukuran kecil. Kendati demikian, itu juga mempunyai filosifi Tuhan yang Maha Esa.
Dilansir dari
CNNIndonesia.com, Masjid ini mulai dibangun pada masa-masa awal berkembangnya agama Islam di Pulau Lombok. Masjid ini dibangun oleh seorang penghulu bernama Titi Mas yang juga merupakan orang pertama di Desa Bayan yang memeluk agama Islam.
Baca: Mengenal Keberadaan Masjid Tertua di Boyolali Peninggalan PB X, Usianya Sudah Seabad Lebih
Nama Beleq memiliki arti 'makam besar' lantaran di sekitar masjid ini terdapat sejumlah makam dari tokoh-tokoh agama Islam di Bayan dan pihak yang mengurus masjid sejak awal dibangun.
Cagar Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menerangkan sejumlah bentuk arsitektur dan makna filosofis dari beberapa sudutnya. Secara umum bangunan Masjid Kuno Bayan Beleq terdiri dari tiga bagian; kepala, badan, dan kaki.
Baca: Ternyata Masjid Tertua Kudus Ini Tidak Digunakan untuk Salat Jumat
Secara filosofis menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara.
Masjid ini mempunyai atap dua tingkat, berbentuk limasan dan memiliki mahkota pada bagian puncaknya. Bagian atapnya bertingkat dua terbuat dari bilah bambu yang dianyam, dengan satu tiang sebagai mahkota.
Baca: Jejak Masjid Tertua di Pati Peninggalan Wali
Atap tingkat pertama sengaja didesain menjurai dengan bidang permukaan atap keempat sisinya miring. Adapun bila diperhatikan penampakannya menyerupai bentuk segitiga sama sisi. Bagian atap kedua terdapat sebuah tiang yang disebut tunjang langit yang terbuat dari kayu dan tingginya 1,1 meter.
Sementara pada bagian badan masjid ditopang oleh empat tiang utama yang terbuat dari kayu nangka. Keempat tiang utama ini berdiri di permukaan umpak dari batu alam jenis monolit. Selain tiang utama, masjid ini juga mempunyai tiang lainnya yang berjumlah 28 tiang. Di dalam ruang masjid bagian tengah terdapat sebuah bedug yang digantung dengan tali rotan.
Baca: Pengadilan Masa Sunan Kudus Ternyata di Sini Tempatnya
Di sebelah kanan terdapat sebuah mimbar khotbah yang sederhana. Pada bagian atas mimbar terdapat hiasan naga yang di bagian badannya dihiasi tiga buah bintang bersudut 12, 8, dan 7. Dijelaskan, angka 12 melambangkan bulan, angka 8 melambangkan dari tahun, dan 7 melambangkan hari.
Selanjutnya, bagian kaki atau pondasi masjid ini terbuat dari batu alam atau monolit yang disusun rapi tanpa menggunakan adukan spesi, dengan berbentuk bujur sangkar.
Baca: Berdiri Sejak Era Kolonial, Masjid di Janggalan Kudus Ini Usianya Capai 163 Tahun
Selain itu, sekitar Masjid Kuno Bayan Beleq ini terdapat enam cungkup makam yang terbuat dari bambu yang berisi makam para tokoh ulama, yaitu: makam Plawangan, makam Karang Salah, makam Anyar, makam Reak, Makam Titi Mas Penghulu, dan makam Sesait.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
CNNIndonesia.com