Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Tala- Nelayan tradisional di wilayah pantai Swarangan, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) membakar satu kapal yang diduga milik warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng).

Semula ada tiga kapal yang berada di lokasi kejadian. Namun, daliantaranya berhasil kabur. Sementara kapal Wahyu Mina Barikah IV yang berasal dari Rembang, dihakimi nelayan setempat.

Berdasarkan penuturan dari salah seorang nelayan tradisional di Desa Swarangan, Syahril mengatakan, pembakaran itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB atau 12.00 Wita. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Swarangan.

Syahril mengakui, pihaknya beberapa kali memergoki kapal asal Rembang itu berada di wilayah pantai Swaragan. Padahal wilayah tersebut adalah daerah terlarang untuk kapal di luar nelayan lokal. Mengingat, lokasi penangkapn nelayan tradisional adalah di wilayah pantai Swarangan itu.

BacaRatusan Kapal Cantrang di Rembang Kini Mulai Melaut

"Kami sudah berkali-kali melarang, tapi setelah pulang, lalu kembali lagi. Sudah berkali-kali," katanya, dikutip dari sindonews.com, Selasa (12/4/2022).

Sebenarnya, lanjut Syahril, nelayan tradisional tidak berniat untuk membakar kapal tersebut. Mereka sebelumnya hanya ingin mengamankan tiga kapal nelayan yang kedapatan beroperasi terlalu dekat dengan garis pantai Swaranga.

"Rencananya kapal-kapal itu akan digiring dan diserahkan kepada pihak terkait, salah satunya Satpolairud Polres Tala," ungkap Syahril.Namun, saat akan digiring ke pihak berwajib, dua kapal berhasil melarikan diri dan menakuti nelayan lokal.BacaPaguyuban Nelayan Rembang Pastikan Tak Ada Kapal Warga Rembang yang Terbakar di Juwana"Kami jadi emosi setelah dua kapal lainnya kabur dan teman-teman ada yang mendengar dari kapal yang kabur itu suara tembakan,” tandas Syahril.Namun, lanjut Syahril, Wahyu Mina Barokah IV dibakar, pihaknya mengevakuasi 17 awak kapal termasuk nahkoda selamat ke dua kapal milik nelayan lokal."Mereka semua selamat," imbuhnya.Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: sindonews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler