Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blitar- Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam yang berada di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar rutin menggelar tarawih secara kilat. Dalam 23 rakaat yang salat, para Jemaah membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.

Dengan konsep tarawih kilat tersebut, di ponpes itu justru semakin banyak Jemaah yang turut serta tarawih. Bahkan tidak sedikit pula warga luar Blitar yang juga ikut tarawih.

Saking banyaknya jemaah tarawih kilat, pihak ponpes sampai menggelar alas di luar masjid. Jemaah tarawih rata-rata mencapai 1.500 orang setiap malam. Menjelang lebaran, jemaah akan tambah banyak. Karena warga di sekitar ponpes sudah banyak yang pulang dari perantauan.

Baca: Ini Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan Tubuh yang Perlu Diketahui

"Karena di sini lebih cepat, 23 rakaat gak sampai 10 menit. Itu saja sih alasannya kenapa ikut tarawih di sini. Kalau tempat lain kan lebih lama. Untuk sunah dan rukun salat sama sih. Cuma sini lebih cepat saja," kata Muhammad Asrofi, jemaah tarawih kilat seperti dikutip dari detik.com, Jumat (15/4/2022).

Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, KH Dliya'uddin Azzamzammi mengatakan, meski ditunaikan secara kilat, tarawih tersebut tidak mengurangi rukun atau syarat salat. Atau keluar dari syariat Islam.
Baca: Doa Puasa Hari Keenam dan Keutamaan Salat TarawihMenurutnya, bacaan wajib dalam salat tetap terbaca, serta tumaninah. Tumaninah merupakan diam sejenak setelah setiap gerakan salat. Waktu diam tersebut minimal cukup untuk melafalkan 'subhanallah'. Baik secara lisan maupun dalam hati."Ya yang salat tarawih di sini sudah menetapi kalau syarat salat sampai rukunnya sudah terlaksana semua," ujarnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler