Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Tuban- Seorang pengaman ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir Jalan Raya Tuban-Semarang, tepatnya di Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim). Saat ditemukan, kondisinya bersimbah darah dan terdapat luka parah dibagian kepala.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta mengatakan, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB pada Jumat (15/4/2022) kemarin. Kali pertama yang menemukan adalah Hariyono (43), warga Kelurahan Perbon, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Saat itu, Hariyono yang akan pulang usai membeli pertalite di SPBU melihat korban tergeletak dan wajahnya bersimbah darah di trotoar jalan.

“Hariyono melihat korban yang sudah tidak berdaya dengan luka di bagian kepala, yang kemudian melaporkannya ke petugas kepolisian terdekat” katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (16/4/2022).

Baca: Kronologi Pengeroyokan Hingga Putra Siregar Ditetapkan Jadi Tersangka Bersama Rico Valentino

Setelah menerima laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban untuk mendapatkan perawatan.

"Saat di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal," kata AKP M Gananta.
Gananta menyampaikan, korban merupakan seorang pengamen jalanan yang sering duduk istirahat di kawasan rest area Kecamatan Jenu, Tuban. Pengamen tersebut diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang lain, karena di lokasi ditemukan bongkahan batu besar yang terdapat bercak darah.Baca: Putra Siregar dan Rico Valentino Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pengeroyokan"Dugaannya korban dianiaya menggunakan bongkahan batu tersebut," terangnya.Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang menimpa pengamen yang mengalami luka parah hingga meninggal tersebut. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler