Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
[caption id="attachment_279926" align="alignleft" width="880"]
Pembuat kerupuk asal Kudus menjemur kerupuk kering sebelum digoreng. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]MURIANEWS, Jakarta- Imbas dari naiknya harga minyak goreng, pedagang krupuk pun akan menaikkan harga jual. Bahkan harga jual direncanakan mulai naik pada 6 Mei 2022 mendatang. Harga jual yang sebelumnya Rp 1000 per Pcs, akan naik menjadi Rp 2000 per Pcs.
Juru Bicara Ikatan Pengusaha Kerupuk DKI Jakarta, Kemal Mahmud mengaku terpaksa menaikkan harga jual kerupuk tersebut. Sebab, apabila tidak dinaikkan, yang rugi justru penjual. Apalagi kenaikan minyak goreng sudah 100 persen.
"Kita sepaham mendeklarasikan kenaikan kerupuk sehabis Lebaran dengan harga baru yaitu Rp 2.000 di warung-warung,” katanya, dikutip dari detik.com, Senin (18/4/2022).
Pihaknya juga mengaku paham dengan kondisi seperti ini. tetapi apabila harga jual kerupuk tidak dinaikkan, pihaknya mengaku tidak bisa mendapatkan keuntungan sama sekali. Apalagi, naiknya harga minyak goreng ini sudah berlangsung 6 bulan.
Baca: Cerita Pengusaha Kerupuk di Kudus Libur Goreng 10 Hari
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



