Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_279926" align="alignleft" width="880"]Di Jakarta, Harga Kerupuk Naik Menjadi Rp 2000 per Pcs Pembuat kerupuk asal Kudus menjemur kerupuk kering sebelum digoreng. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

MURIANEWS, Jakarta- Imbas dari naiknya harga minyak goreng, pedagang krupuk pun akan menaikkan harga jual. Bahkan harga jual direncanakan mulai naik pada 6 Mei 2022 mendatang. Harga jual yang sebelumnya Rp 1000 per Pcs, akan naik menjadi Rp 2000 per Pcs.

Juru Bicara Ikatan Pengusaha Kerupuk DKI Jakarta, Kemal Mahmud mengaku terpaksa menaikkan harga jual kerupuk tersebut. Sebab, apabila tidak dinaikkan, yang rugi justru penjual. Apalagi kenaikan minyak goreng sudah 100 persen.

"Kita sepaham mendeklarasikan kenaikan kerupuk sehabis Lebaran dengan harga baru yaitu Rp 2.000 di warung-warung,” katanya, dikutip dari detik.com, Senin (18/4/2022).

Pihaknya juga mengaku paham dengan kondisi seperti ini. tetapi apabila harga jual kerupuk tidak dinaikkan, pihaknya mengaku tidak bisa mendapatkan keuntungan sama sekali. Apalagi, naiknya harga minyak goreng ini sudah berlangsung 6 bulan.

Baca: Cerita Pengusaha Kerupuk di Kudus Libur Goreng 10 Hari

"Kan bumbu-bumbu juga naik tuh seperti bawang putih, penyedap rasa, sampai garam yang sekecil pun naik semua. Jadi kan kalau mau hidup ya secara otomatis, harus kita ambil keputusan pahit ini," tambahnya.Kemal menjelaskan pilihan menaikan harga eceran kerupuk kaleng dilakukan demi melanjutkan keberlangsungan usaha yang dominan merupakan para pelaku UMKM. Keputusan ini juga untuk meningkatkan bagi hasil dengan pedagang keliling dan pengecer di warung.Baca: Minyak Goreng Curah Bikin Produsen Kerupuk di Kudus Pusing"Kenaikan kerupuk bukan di pihak pengusaha aja, pedagang keliling juga dia omzetnya akan bertambah, warung juga demikian. Bukan pengrajinnya aja, pengecer sampai warung juga ada bagi untung juga," jelasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler