Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bandung- Janda satu anak Wiwin Sunengsih (31) yang menjadi korban pembunuhan kekasihnya, M, rupanya sempat lapor polisi. Laporan tersebut terkait terror ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh M terhadap korban lantaran menolak menikah.

Namun, pihak kepolisian hanya menyarankan dan mengarahkan agar apa yang dialami korban, dimusyawarahkan dengan pihak desa.

Kapolsek Padalarang Kompol Darwan membenarkan adanya laporan dari keluarga korban tersebut. Laporan itu dilakukan pada Selasa (3/5/2022) malam. Saat itu petugas mengarahkan agar kasus tersebut dibicarakan di tinggat desa karena pelaku adalah mantan pacarnya.

"Informasinya seperti itu. Piket SPK di sana menerima keluarga bersama pak RW. Terus diarahkan untuk dimusyawarahkan di tingkat desa dan RW karena (pelaku) itu mantan pacarnya," ungkap Darmawan, dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Baca: Janda Satu Anak Sempat Diancam Sebelum Dibunuh Karena Menolak Menikah

Dia juga mengaku, setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya juga tidak tinggal diam tetapi  mengerahkan personel untuk mencari pelaku.

"Tapi sejak ada laporan itu, kita juga sempat mencari, tapi orangnya gak ada. Karena pelaku tahu RW dan keluarga lapor ke Polsek, jadi dia langsung hilang. Lalu muncul lagi saat kejadian (pembunuhan)," tutur Darwan.Baca: Menolak untuk Menikah, Janda Satu Anak Ini Malah Berakhir TewasHingga saat ini, terduga pelaku masih buron. Tim gabungan yang dibentuk Polres Cimahi dan Polsek Padalarang masih mengejar pelaku. Baginya, pengejaran terhadap pelaku ini merupakan hutang dari kepolisian terhadap keluarga korban."Masih kita kejar. Tim gabungan dari Polres dan Polsek masih bekerja di lapangan. Kita berupaya sekuat tenaga, ini hutang kita kepada keluarga korban," pungkasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler