Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Surabaya- Imbas dari Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang dialami oleh hewan, ini sebanyak 736 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur (Jatim) tertahan di Pelabuhan Tanjung perak, Surabaya. Ratusan sapi itu rencananya akan dikirimkan ke Jakarta, namun tidak diperkenankan turun di Pelabuhan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya mengatakan, pihaknya mendapat laporan tertahannya ratusan sapi itu dari salah seorang pengusaha ternak yang ingin meminta solusi terkait masalah itu.

Adik mendorong pemerintah memberikan solusi bagi pengusaha ternak, khususnya sapi yang saat ini mengalami masalah pengiriman, sehingga arus ekonomi tidak terhambat. Apalagi saat ini sedang mengarah pada pemulihan pascapandemi.

"Kami minta agar ada perlakuan khusus atau keringanan. Selain itu, sapi itu bukan dari luar negeri serta tidak bermasalah dalam perizinan. Ada info juga beberapa ekor mati," kata Adik, dikutip dari antaranews.com, Jumat (13/5/2022).

Baca: Imbas PMK, Pasar Hewan Ie Bintah Aceh Ditutup

Sebelumnya, Jatim menjadi daerah pertama di Indonesia yang ditemukan adanya PMK pada sejumlah sapi, sehingga pemerintah setempat mengeluarkan aturan penutupan masuk keluarnya ternak di daerah itu.Beberapa daerah di Jatim juga diberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) PMK, seperti di Kabupaten Gresik yang diduga awal adanya laporan kasus PMK, yakni dari Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, di mana ada puluhan hewan ternak terserang PMK.Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Gresik, total hewan yang terkena wabah PMK mencapai 810 ternak sapi, dengan 15 ekor di antaranya mati, dari total populasi sapi di kandang yang diidentifikasi sebanyak 959 sapi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Antaranews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler