Ratusan Sapi dari NTT tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Murianews
Jumat, 13 Mei 2022 11:30:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Surabaya- Imbas dari Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang dialami oleh hewan, ini sebanyak 736 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur (Jatim) tertahan di Pelabuhan Tanjung perak, Surabaya. Ratusan sapi itu rencananya akan dikirimkan ke Jakarta, namun tidak diperkenankan turun di Pelabuhan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya mengatakan, pihaknya mendapat laporan tertahannya ratusan sapi itu dari salah seorang pengusaha ternak yang ingin meminta solusi terkait masalah itu.
Adik mendorong pemerintah memberikan solusi bagi pengusaha ternak, khususnya sapi yang saat ini mengalami masalah pengiriman, sehingga arus ekonomi tidak terhambat. Apalagi saat ini sedang mengarah pada pemulihan pascapandemi.
"Kami minta agar ada perlakuan khusus atau keringanan. Selain itu, sapi itu bukan dari luar negeri serta tidak bermasalah dalam perizinan. Ada info juga beberapa ekor mati," kata Adik, dikutip dari antaranews.com, Jumat (13/5/2022).
Baca: Imbas PMK, Pasar Hewan Ie Bintah Aceh Ditutup
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi (MURIANEWS.com)[/caption]
MURIANEWS, Surabaya- Imbas dari Penyakit Mulut dan Kaki (