Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pasuruan- Warga pasuruan, Jawa Timur (Jatim) dibuat heboh oleh sekelompok orang yang diduga mempunyai aliran sesat. Kelompok tersebut hanya beranggotakan 6 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

Kelompok tersebut melakukan aktivitasnya di bekas sebuah warung di Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Keberadaan kelompok yang tidak mempunyai nama itu telah membuat warga setempat resah. Sehingga warga kemudian melaporkan kelompok itu kepada petugas kepolisian. selanjutnya, petugas kepolisian berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama dengan MUI setempat.

Berdasarkan hasil pengecekan tim, kelompok ini disebut mengklaim bisa berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul serta tidak mau mengucapkan syahadat.

Baca: Viral Aliran Hakekok, Yakini Ritual Bugil Sebagai Ajang Penghapusan Dosa

Karena itu, pihak MUI kemudian melakukan rapat bersama dengan TNI-Polri dan kepala Desa setempat untuk dimintai keterangan. Pihaknya juga meminta rekaman video beberapa statmen Mahfudijanto, selaku tokoh kelompok itu.

"Nah dari itu sementara ini diindikasikan bahwa mereka telah melakukan penyimpangan terhadap ajaran Islam," jelas ketua Dewan Pertimbangan MUI Pasuruan, Muzammil Syafi`I, dikutip dari detik.com, Selasa (17/5/2022).
Langkah selanjutnya, MUI Kabupaten Pasuruan akan melakukan klarifikasi kepada Mahfudijanto yang merupakan ketua kelompok aliran sesat tersebut.Baca: Digelar Tertutup, Proses Kremasi Jenazah Lia Eden Digelar di Grand Geaven Pluit"Langkah-langkah yang kita tempuh bersifat preventif, tidak refresif. Artinya kita akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Kalau mereka kemudian rujuk ilal haq, kembali kepada kebenaran, kemudian mau bertaubat maka kita berharap kembali ke jalan yang benar, selesailah persoalan ini," ungkapnya.Ketua aliran sesat tersebut, yakni Mahfudijanto mengaku Islam tapi tidak mengakui syahadat sebagai sarat masuk Islam. Mereka tidak percaya rukun islam dan iman, juga tidak percaya hadis yang dipercayai seluruh kelompok Islam. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler