Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Makassar - Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang mengangkut 43 penumpang bersama dengan anak buah kapal (ABK), dilaporkan tenggelam di Selat Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini, Basarnas Sulsel telah mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk mencari lokasi tenggelamnya kapal tersebut.

Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi mengatakan kapal itu berangkat dari Pelabuhan Paotere, Makassar menuju Pulau Kalmas, Kabupaten Pangkep pada Kamis 26 Mei 2022 sekitar pukul 03.30 WITA.

"Kapal ini diduga kehabisan bahan bakar di perairan Selat Makassar, sehingga karam dan tenggelam. Ditambah lagi dengan cuaca buruk di sekitaran wilayah Sulawesi Selatan pada hari itu," kata Djunaidi, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (28/5/2022).

Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung mengerahkan timnya yang berjumlah 40 orang untuk menuju titik lokasi tenggelamnya KM Ladang Pertiwi. 40 orang itu terdiri dari 24 orang ABK, 12 orang rescuer dan 4 orang potensi SAR. Mereka diterjunkan untuk mencari kapal yang tenggelam tersebut.

BacaKapal Tenggelam Usai Diamuk Gelombang, 5 Penumpang Tewas

Informasi terakhir, saat ini tim SAR sudah menemukan lokasi tenggelamnya kapal tersebut. Sebanyak 7 penumpang kapal Ladang Pertiwi berhasil diselamatkan.
Informasi terakhir, saat ini tim SAR sudah menemukan lokasi tenggelamnya kapal tersebut. Sebanyak 7 penumpang kapal Ladang Pertiwi berhasil diselamatkan."Ada tujuh penumpang diselamatkan dan saat ini dalam perjalanan menuju ke Banjarmasin. Sementara, ada 9 orang penumpang dibawa oleh TB Max dan 1 orang dibawa TB Cipta 2002. Kebetulan kapal tersebut menuju ke Morowali dan diperkirakan singgah di Perairan Tanakeke untuk menurunkan korban," jelasnya.Meski demikian, pihaknya masih berusaha menghubungi pihak kapal TB Max dan TB Cipta 2002, lantaran saat ini kedua kapal tersebut belum bisa dihubungi untuk mengetahui identitas penumpang yang diselamatkan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler