Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


 

MURIANEWS, Gresik – Warga Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim) dihebohkan dengan ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing. Bahkan, ritual pernikahan yang digelar di Pesanggrahan Keramat KI Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng itu dilakukan secara islam.

Pria yang menikah dengan kambing betina itu adalah Saiful Arif (44). Sedangkan kambing betina yang dinikahinya itu dianggap anak dari Sri Kinasih dan diberi nama Sri Rahayu bin Bejo.

Tidak hanya itu, pernikahan manusia dengan hewan ini disaksikan dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat sekitar, termasuk salah satunya adalah anggota DPRD Gresik, Nurhudi Didin Arianto, atau yang akrab disapa Ki Ageng Gus Nur Hudi selaku pemilik Pesanggrahan Keramat ‘Ki Ageng’.

Dikutip dari surabayapost.id, Nurhadi membenarkan adanya pernikahan Saiful Arif dengan kambing tersebut.

“Iya, benar. Pernikahan itu,” kata Arif, Senin (6/6/2022).

Baca: Kotak Pandora Corona

Menurutnya, pernikahan itu dilakukan untuk menjaga dan mempersatukan Bumi Nusantara dan Bumi Pertiwi.

“Biar alam semesta ini terjaga,” tuturnya.
Dia bercerita, setahun lalu, Arif mengaku dapat petunjuk dari Allah untuk menikahi Sri Rahayu binti Bejo. Dengan menikahi seekor kambing, ia berharap tidak ada adu domba dan jangan sampai Indonesia diadu domba oleh negara lain.“Harapan kami, semua harus bersatu, menjaga Indonesia, membuat semesta ini menjadi damai dan sejahtera. Pernikahan ini sebagai bentuk rasa cinta kepada Indonesia,” pungkasnya.Nur Hadi mengatakan, pernikahan itu bukanlah pernikahan secara biologis agtau fisik, melainkan perkawinan unsur alam semesta. Arif dalam hal ini adalah sebagai satrio Piningit dan kambing adalah Sri Rahayu.“Dengan pernikahan ini diharapkan alam semesta atau jagad selaras energinya,” kata HudiSementara menurut guru besar ilmu leluhur (Kejawen) pemandu upacara pernikahan, Romo Sudarto mengatakan, ritual pernikahan manusia dengan kambing itu adalah agar Indonesia damai dan tentram.“Kami melihat energi semesta dan leluhur kami sangat senang melihat ritual ini. Jadi, Itikad kami semata-mata untuk mendoakan Indonesia tercinta supaya damai, rukun, dan sejahtera,” kata Sudarto. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Surabayapost.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler