Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bunton – Eks Bupati Bunton Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (Sultra) La Arusani diturunkan paksa dari pesawat Wings Air di Bandara Betoambari Kota Baubau, Selasa (14/6/2022) Dia diturunkan lantaran bercanda bawa bom dalam kopernya.

Saat itu, seorang pramugari pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW.1307, mendengar La Arusani mengucapkan kalimat berisi kata bom saat sedang duduk di kursi penumpang.

Setelah itu, pramugari langsung berkoodinasi dengan pihak pesawat, lalu menurunkan paksa dan menginterogasi mantan Bupati Buton tersebut.

Menurut Kepala Suksesi Teknis Ops Keamanan dan Pelayanan Darurat UPB Betoambari Kota Baubau, La Rano mengatakan, peristiwa ini terjadi sebelum pesawat akan lepas landas. La Arusani, diketahui sebagai penumpang dengan nomor Kursi 18 C, menjadi penumpang terakhir yang naik pesawat dengan membawa 1 buah koper.

Baca: Kades di Blora Tak Sengaja Buka Pintu Darurat, Satu Pesawat Batal Terbang

Saat itu, kondisi jalur utama bagian belakang telah terisi penuh. Lantas, seorang petugas pesawat mengarahkan penumpang tersebut mengisi headtrack bagian tengah yang masih kosong didampingi pramugari.

”Namun penumpang tersebut bercanda dengan mengatakan bahwa isi kopernya berupa bom,” kata La Rano, dikutip dari liputan6.com, Selasa (14/6/2022).
Mendengar kalimat ini, pramugari kemudian berkoordinasi dengan Pilot dan Avsec Ground handling. Setelah itu, sejumlah petugas memaksa penumpang turun. Dia dibawa ke salah satu ruangan bandara untuk diinterogasi.Baca: Pesawat Garuda Gagal Terbang ke Jakarta, Masih Tertahan di A Yani”Interogasi bersama petugas Avsec dan petugas Airline disaksikan oleh petugas polisi sub sektor bandara. Penumpang mengaku secara tidak sengaja telah mengucapkan bahwa kopernya terdapat bom yang membuat pihak maskapai tidak menerima,” ungkapnya.”Untuk itu penumpang tersebut menyatakan permohonan maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya dan meminta diselesaikan secara kekeluargaan,” kata La Rano. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Liputan6.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler