Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Garut – Sebanyak 3.330 guru honorer yang sempat mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil negara (CASN) dengan formasi guru yang tidak lolos, diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pengajuan pengangkatan PPPK itu lantaran adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat untuk menghapus tenaga honorer.

”Yang kami ajukan ini adalah mereka yang sempat ikut tes dalam penerimaan sebelumnya untuk ASN formasi guru, dan masuk passing grade namun tidak lolos," kata Nurdin, dikutip dari Merdeka.com, Rabu (15/6/2022).

Baca: Separuh Lebih Honorer Pemkab Kudus Tak Bisa Ikuti PPPK, Kenapa?

Menurutnya, pengajuan sudah dilakukan karena berkas lengkapnya masih ada berdasarkan data saat ikuti tes CASN.

”Kami tinggal menunggu penetapan nomor induk PPPK dari Kemenpan-RB karena tidak akan dites lagi. Setelah nomornya turun, pemberkasan dilakukan di kami untuk mendapatkan NIP (nomor induk pegawai),” jelasnya.
Pihaknya memastikan bahwa ribuan guru honorer itu akan diangkat menjadi PPPK untuk tahun 2022 ini. Sehingga pada saat aturan baru berlaku, mereka sudah berstatus PPPK. Dengan penetapan itu, ia berharap jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan guru di Kabupaten Garut.Baca: Kebutuhan Guru PPPK Capai 970 Ribu Tapi Pengajuan Baru 343 RibuMeski begitu, Nurdin mengungkapkan bahwa jumlah guru honorer yang diangkat dengan data yang ada masih sangat jauh. Berdasarkan data yang diketahuinya, jumlah guru honorer di Kabupaten Garut mencapai puluhan ribu orang. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Merdeka.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler