MURIANEWS, Jombang – Santriwati yang menjadi korban pencabulan oleh Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, rupanya tidak hanya seorang. Melainkan ada korban lain yang juga mengakui kebejatan salah satu pengurus Ponpok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang itu.
Korban kali ini, mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk membuka baju dengan dalih untuk membersihkan diri korban dari hal-hal gaib. Menurutnya, Mas Bechi menyebut bahwa ada kekuatan metafakta yang dalam proses harus membuka baju.
Namun, korban menolak untuk membuka baju dengan alasan apapun. Kendati demikian, Mas Bechi tetap mekasa korban untuk membuka bajunya.
Baca: Buntut Penangkapan Mas Bechi, Santri Trauma Hingga Minta Pulang”Di kegiatan itu memakai ilmu metafakta, mereka mengistilahkannya. Metafakta itu katanya tidak bisa dijelaskan menggunakan akal. Jadi saya harus melepas pakaian. Dan melepas pakaian itu kan tidak bisa di logika, di luar nalar. Saya tidak mau, saya tetap jawab saya tidak mau,” kata korban, dikutip dari
CNNIndonesia.com, Jumat (8/7/2022).
Mas Bechi dengan berbagai alasannya tetap memaksa korban untuk membuka bajunya. Bahkan mas Bechi bilang, kalau korban tidak membuka baju, berarti dia tidak menjiwai ilmu metafisika tersebut.
”Dia mengatakan mau menetralkan saya, caranya dengan melepas seluruh pakaian saya. Saya tetap jawab, saya tidak mau,” terangnya.
Baca: Tragis, Begini Cerita Santriwati Korban Pencabulan Mas Bechi
Pada saat itu, mas Bechi masih menunggu lama agar korban bersedia untuk membuka bajunya. Namun, karena korban tetapi tidak berkanan, pelaku kemudian memaksa korban.”Dia menyuruh saya lagi, dengan alasan yang sama. Di situ saya merasa tertekan, saya merasa ngawang. Saya merasa ngawang. Hidup nggak hidup, mati nggak mati. Saya benar-benar ngawang. Ibaratnya itu itik kehilangan induk. Saya nggak tahu harus bagaimana saya nggak bisa ngapa-ngapain di situ nggak ada orang sama sekali. Ngawang rasanya. Yang saya rasakan ngawang, benar-benar melayang,” ungkapnya.
Baca: Bareskrim Polri Imbau Orang Tua Cabut Anaknya dari Ponpes ShiddiqiyyahKetika dilakukan pemaksaan itu, korban juga mengaku hanya seorang diri yang ditempatkan di ruang khusus. Namun, dia yakin bahwa alam semesta menyaksikan aksi bejat Mas Bechi."Saya berdoa sama Allah, ya Allah saya minta balasan di dalam hati saya bilang alam semesta menyaksikan. Dalam hati saya bilang bahwa alam semesta menyaksikan. Meskipun tidak ada orang di situ, alam semesta menyaksikan. Saya yakin alam akan membalas. Seperti itu doa saya,” katanya terbata-bata. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com
[caption id="attachment_221523" align="alignleft" width="880"]

Ilustrasi[/caption]
MURIANEWS, Jombang – Santriwati yang menjadi korban pencabulan oleh Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, rupanya tidak hanya seorang. Melainkan ada korban lain yang juga mengakui kebejatan salah satu pengurus Ponpok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang itu.
Korban kali ini, mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk membuka baju dengan dalih untuk membersihkan diri korban dari hal-hal gaib. Menurutnya, Mas Bechi menyebut bahwa ada kekuatan metafakta yang dalam proses harus membuka baju.
Namun, korban menolak untuk membuka baju dengan alasan apapun. Kendati demikian, Mas Bechi tetap mekasa korban untuk membuka bajunya.
Baca: Buntut Penangkapan Mas Bechi, Santri Trauma Hingga Minta Pulang
”Di kegiatan itu memakai ilmu metafakta, mereka mengistilahkannya. Metafakta itu katanya tidak bisa dijelaskan menggunakan akal. Jadi saya harus melepas pakaian. Dan melepas pakaian itu kan tidak bisa di logika, di luar nalar. Saya tidak mau, saya tetap jawab saya tidak mau,” kata korban, dikutip dari
CNNIndonesia.com, Jumat (8/7/2022).
Mas Bechi dengan berbagai alasannya tetap memaksa korban untuk membuka bajunya. Bahkan mas Bechi bilang, kalau korban tidak membuka baju, berarti dia tidak menjiwai ilmu metafisika tersebut.
”Dia mengatakan mau menetralkan saya, caranya dengan melepas seluruh pakaian saya. Saya tetap jawab, saya tidak mau,” terangnya.
Baca: Tragis, Begini Cerita Santriwati Korban Pencabulan Mas Bechi
Pada saat itu, mas Bechi masih menunggu lama agar korban bersedia untuk membuka bajunya. Namun, karena korban tetapi tidak berkanan, pelaku kemudian memaksa korban.
”Dia menyuruh saya lagi, dengan alasan yang sama. Di situ saya merasa tertekan, saya merasa ngawang. Saya merasa ngawang. Hidup nggak hidup, mati nggak mati. Saya benar-benar ngawang. Ibaratnya itu itik kehilangan induk. Saya nggak tahu harus bagaimana saya nggak bisa ngapa-ngapain di situ nggak ada orang sama sekali. Ngawang rasanya. Yang saya rasakan ngawang, benar-benar melayang,” ungkapnya.
Baca: Bareskrim Polri Imbau Orang Tua Cabut Anaknya dari Ponpes Shiddiqiyyah
Ketika dilakukan pemaksaan itu, korban juga mengaku hanya seorang diri yang ditempatkan di ruang khusus. Namun, dia yakin bahwa alam semesta menyaksikan aksi bejat Mas Bechi.
"Saya berdoa sama Allah, ya Allah saya minta balasan di dalam hati saya bilang alam semesta menyaksikan. Dalam hati saya bilang bahwa alam semesta menyaksikan. Meskipun tidak ada orang di situ, alam semesta menyaksikan. Saya yakin alam akan membalas. Seperti itu doa saya,” katanya terbata-bata.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com