MURIANEWS, Mojokerto – Seorang guru ngaji berinisial RD (40) yang merupakan warga di Kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur nekat mencabuli tiga santrinya. Misirnya, pencabulan justru dilakukan terhadap santri dengan jenis kelamin laki-laki.
Korban pencabulan sesama jenis masih di bawah umur yakni berusia 12 tahun dan 15 tahun. Padahal, guru ngaji tersebut juga sudah mempunyai dua orang anak. Modus yang dilakukan RD adalah dengan mengecek kelamin korban apakah sudah balig atau belum.
Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengungkapkan sebelum pencabulan terjadi, RD mengajak korban masuk ke dalam kantor sekretariat TPQ. Ketiga korban yang dicabuli secara terpisah, diminta untuk melihat ponsel milik RD yang memutar video porno.
Baca: Diduga Lakukan Pencabulan, Anggota DPR Berinisial DK Dilaporkan ke PolisiDi saat korban memegang ponsel, tersangka memegang alat kelamin korban dan melakukan pelecehan seksual.
”Pelaku berpura-pura membujuk santri dengan dalih sudah akil balig apa belum. Kemudian pelaku melakukan pelecehan seksual,” ungkap Apip, dikutip dari
Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).
Ia mengatakan tiga korban berani melapor setelah mendapatlan bantuan dari dari berbagai aktivis anti kekerasan seksual serta LBHNU Kabupaten Mojokerto. Pencabulan yang dilakukan pelaku tak hanya dilakukan sekali. Ada korban yang dicabuli belasan kali. Bahkan ada salah satu korban yang dicabuli hingga 25 kali.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhani mengatakan, pencabulan yang dilakukan RD adalah sesama jenis. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelaku, RD semasa kecilnya pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh laki-laki dewasa di lingkungan sekitarnya.
Baca: Akhir DPO Tersangka Pencabulan di Jombang, Akan Diantar Ayahnya ke Polda Jatim”Dari pemeriksaan psikologis, RD diketahui sebagai pria yang menyukai hubungan seksual sesama jenis,” katanya.Sementara itu R Dewi Novita Kurniawati, psikolog dari
Women's Crisis Center (WCC) Mojokerto menuturkan, pihaknya telah menemui para korban dan menggali berbagai informasi terkait peristiwa yang dialami.Menurut dia, berdasarkan cerita dan pengakuan tiga korban pencabulan, pelaku diduga memiliki kelainan orientasi seksual.”Pelaku memiliki kelainan seksual, pedofil-biseksual. Karena korbannya ini sesama jenis dan masih anak-anak,” terangnya.Atas perbuatan itu, korban juga mengalami trauma psikis. Selain itu para orangtua juga syok saat tahu anaknya menjadi korban pencabulan guru ngajinya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com
[caption id="attachment_302248" align="alignleft" width="880"]

Guru ngaji berinisial RD dibawa ke Mapolres Mojokerto (Kompas.com)[/caption]
MURIANEWS, Mojokerto – Seorang guru ngaji berinisial RD (40) yang merupakan warga di Kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur nekat mencabuli tiga santrinya. Misirnya, pencabulan justru dilakukan terhadap santri dengan jenis kelamin laki-laki.
Korban pencabulan sesama jenis masih di bawah umur yakni berusia 12 tahun dan 15 tahun. Padahal, guru ngaji tersebut juga sudah mempunyai dua orang anak. Modus yang dilakukan RD adalah dengan mengecek kelamin korban apakah sudah balig atau belum.
Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengungkapkan sebelum pencabulan terjadi, RD mengajak korban masuk ke dalam kantor sekretariat TPQ. Ketiga korban yang dicabuli secara terpisah, diminta untuk melihat ponsel milik RD yang memutar video porno.
Baca: Diduga Lakukan Pencabulan, Anggota DPR Berinisial DK Dilaporkan ke Polisi
Di saat korban memegang ponsel, tersangka memegang alat kelamin korban dan melakukan pelecehan seksual.
”Pelaku berpura-pura membujuk santri dengan dalih sudah akil balig apa belum. Kemudian pelaku melakukan pelecehan seksual,” ungkap Apip, dikutip dari
Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).
Ia mengatakan tiga korban berani melapor setelah mendapatlan bantuan dari dari berbagai aktivis anti kekerasan seksual serta LBHNU Kabupaten Mojokerto. Pencabulan yang dilakukan pelaku tak hanya dilakukan sekali. Ada korban yang dicabuli belasan kali. Bahkan ada salah satu korban yang dicabuli hingga 25 kali.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhani mengatakan, pencabulan yang dilakukan RD adalah sesama jenis. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelaku, RD semasa kecilnya pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh laki-laki dewasa di lingkungan sekitarnya.
Baca: Akhir DPO Tersangka Pencabulan di Jombang, Akan Diantar Ayahnya ke Polda Jatim
”Dari pemeriksaan psikologis, RD diketahui sebagai pria yang menyukai hubungan seksual sesama jenis,” katanya.
Sementara itu R Dewi Novita Kurniawati, psikolog dari
Women's Crisis Center (WCC) Mojokerto menuturkan, pihaknya telah menemui para korban dan menggali berbagai informasi terkait peristiwa yang dialami.
Menurut dia, berdasarkan cerita dan pengakuan tiga korban pencabulan, pelaku diduga memiliki kelainan orientasi seksual.
”Pelaku memiliki kelainan seksual, pedofil-biseksual. Karena korbannya ini sesama jenis dan masih anak-anak,” terangnya.
Atas perbuatan itu, korban juga mengalami trauma psikis. Selain itu para orangtua juga syok saat tahu anaknya menjadi korban pencabulan guru ngajinya.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com