Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Bantul – Jemek Supardi, maestro seniman pantomim asal Yogyakarta meninggal dunia, Sabtu (16/7/2022). Jemek meningal pada pukul 17.30 WIB di rumahnya Dukuh Nitiprayan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.
Menantu Jemek, Bagas Arga menyampaikan, dia mengetahui ayah mertuanya meninggal pada sore hari, saat itu dia sedang beres-beres rumah dan Jemek tidur di kamar. Tak lama kemudian ibu dan bibinya datang untuk menengok kondisi Jemek.
”Terus Sekar (anak Jemek) sama anak-anak pulang dari sanggar nengokin Bapak, Bapak sudah sedo (Meninggal). Jadi ya tidur panjang lah,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).
Baca: Hilangkan Kejenuhan, Guru SMP Kanisius Kudus Berpantomim saat Pengumpulan Tugas
Bagas mengatakan, Jemek sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih karena infeksi paru-paru lalu diperbolehkan pulang. Setelah pulang, Jemek tidak tinggal di rumahnya yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Jemek Supardi saat melakukan aksi Pantomim jalanan (Solopos.com)[/caption]
MURIANEWS, Bantul – Jemek Supardi, maestro seniman pantomim asal Yogyakarta meninggal dunia, Sabtu (16/7/2022). Jemek meningal pada pukul 17.30 WIB di rumahnya Dukuh Nitiprayan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.
Menantu Jemek, Bagas Arga menyampaikan, dia mengetahui ayah mertuanya meninggal pada sore hari, saat itu dia sedang beres-beres rumah dan Jemek tidur di kamar. Tak lama kemudian ibu dan bibinya datang untuk menengok kondisi Jemek.
”Terus Sekar (anak Jemek) sama anak-anak pulang dari sanggar nengokin Bapak, Bapak sudah sedo (Meninggal). Jadi ya tidur panjang lah,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).
Baca: