Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Cirebon – SDN 2 Trusmi Wetan, kecanatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat tidak mendapatkan satu pun siswa tahun ajaran 2022/2023. Padahal, sebelumnya hanya ada satu siswa yang mendaftar di sekolah tersebut.

Namun, siswa itu kini sudah pindah ke sekolah lain, sehingga tidak ada satu pun siswa di kelas 1 SDN 2 Trusmi Wetan. Kendati demikian, untuk kelas lain masih ada siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Guru kelas IV SDN 2 Trusmi Wetan Kusnadi mengatakan, memang guru atau pun sekolah tidak bisa memaksa orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SDN 2 Trusmi Wetan. Sebab, itu adalah kewenangan orang tua lantaran mereka bebas memilih sekolah untuk anaknya.

Baca: Disdikbud Catat Ada 85 Kasus Calon Siswa Terpental dari PPDB Jateng

”Tahun ini, tidak ada. Tidak ada yang ke sini. Yang positif sudah masuk ke sekolah ini satu siswa. Tapi karena tidak ada temannya, pindah ke SDN 3 Trusmi Wetan,” kata Kusnadi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (22/7/2022).

Orangtua siswa, sambung Kusnadi, beralasan, agar si anak memiliki teman belajar agar lebih semangat. Pihak sekolah menghargai keputusan orangtua siswa untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain.
Kunadi menambahkan, kondisi sepi peminat ini sudah terjadi sejak tahun-tahun lalu. Tahun lalu, siswa kelas satu hanya ada 6 orang pelajar. Mereka kini duduk di kelas dua.Baca: Sekolah Rusak, Siswa SDN 2 Penawangan Grobogan Terpaksa Ujian di TerasSiswa kelas IV yang diampu Kusnadi, berjumlah 16 siswa. Siswa kelas VI berjumlah 15 orang. Rata-rata tiap kelas memiliki jumlah siswa kurang dari hitungan ideal rombongan belajar yang berjumlah sekitar 20-30 siswa-siswi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler