Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Tuban – Kasus pencabulan anak kiai terhadap santriwati kembali terjadi. Kali ini dugaan kasus terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Korban dalam hal ini masih berusia 14 tahun. Mirisnya, dari pencabulan itu korban hingga mempunyai satu anak.

Korban adalah M (14) dan diduga pelaku adalah A (21) yang merupakan anak Kiai di salah satu pondok pesantren di kediri.

Nanang Susanto, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, korban merupakan santriwati yang setiap hari mengaji di pondok pesantren milik orang tua dari diduga pelaku. Sejak setahun yang lalu, korban bersama para santri lainnya setiap harinya harus bermalam di pondok pesantren tersebut.

Baca: Tragis, Begini Cerita Santriwati Korban Pencabulan Mas Bechi

”Semua santri harus bermalam dan tidur di bangunan semacam aula gitu, yang santri laki-lagi tidurnya di bawah dan yang perempuan tidur di lantai atas," ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (22/7/2022).

Nanang menyampaikan, aksi pencabulan diduga terjadi pada saat korban bermalam dan tidur di pondok pesantren. Bahkan teman korban sesama santri, menurutnya, juga kerap melihat anak kiai yang juga menjadi guru ngaji itu mencabuli korban di malam hari.

”Kasihan sekali orangtuanya itu tidak berani lapor polisi. Terus takut menuntut si pelaku karena pelakunya anak kiai yang sangat dihormati warga kampung,” imbuhnya.

Baca: Kiai Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap 3 Santriwatinya, Ponpes di Lumajang Ini Digeruduk Warga
Sementara Saji, salah seorang tetangga korban mengungkapkan, kasus pencabulan oleh putra dari kiai di kampungnya tersebut sudah ramai diketahui banyak orang. Namun, warga seolah enggan berkomentar atau protes karena pria yang diduga pelaku tersebut merupakan anak kiai.”Orangtua korban mungkin malu anaknya dihamilin. Tapi orang tua pelaku sekarang menahan malu juga, anaknya kiai kok begitu,” ujar Saji.Baca: Oknum Guru Ngaji Cabuli 8 Santriwati di Kudus Dituntut 18 Tahun PenjaraIa berharap ada penanganan dari aparat penegak hukum terkait kasus pencabulan tersebut. Apalagi kasus ini menyangkut anak di bawah umur yang seharusnya mendapat perlindungan dengan baik dari semua pihak, termasuk pemerintahan desa maupun pemerintah daerah.”Aparat hukum seharusnya turun, kasihan korban kan harusnya mendapatkan keadilan atas apa yang menimpanya,” tutur Saji. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler