Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blitar – Setelah ramai dengan Pesulap merah, ratusan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur menggeruduk Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin.

Warga setempat menuntut agar padepokan itu segera ditutup. Hal ini lantaran praktik pengobatan di padepokan tersebut diduga telah menipu banyak orang.

Sejumlah aparat dari kepolisian dan TNI tampak bersiaga menjaga pintu masuk padepokan. Petugas mengimbau agar massa tak bertindak anarkis dan berjanji akan menampung aspirasi dari tuntutan warga.

Baca: Empat Orang Sekeluarga di Rembang Ditemukan Tewas di Padepokan

Salah satu warga, Ghofur mengatakan warga mendesak padepokan agar ditutup bukan tanpa alasan. Sebab selama ini padepokan tersebut diduga telah banyak menipu warga dengan modus pengobatan.

Ghofur menambahkan, tuntutan warga ini bukan karena viralnya perseteruan Gus Samsudin dengan pesulap merah selama ini. Namun murni karena telah banyaknya korban penipuan.

”Kasihan dengan orang yang berobat ternyata ditipu. Kasihan mereka. Makanya warga minta ini ditutup,” tutur Ghofur, dikutip dari detik.com, Senin (1/8/2022).
Baca: Ternyata Ada Belasan Warga Grobogan yang Setor Uang Miliaran Rupiah Buat Padepokan Dimas KanjengSejumlah personel kepolisian dan TNI juga turut mengamankan aksi unjuk rasa warga tersebut. Polisi mengimbau agar mereka tidak anarkis dan terpancing dengan provokasi.“Kami imbau jangan sampai anarkis, jangan terprovokasi, mari kita jaga ketertiban bersama,” ujar salah seorang anggota polisi.Usai menyampaikan tuntutan penutupan, massa yang membanjiri depan gapura padepokan berangsur membubarkan diri. Meski begitu, sejumlah aparat keamanan masih tampak siaga menjaga padepokan milik Gus Samsudin. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler