Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Tangerang – Seorang santri berinisial BD (15) di pondok pesantren Daar El Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat, tewas usai berkelahi dengan teman santrinya, yakni R (15).
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini mengatakan,perkelahian antara BD dan R tidak mempunyai motif apapun. Itu merupakan perkelahian biasa yang kemudian berujung maut.
Pihaknya juga memastikan tidak ada kekerasan dengan menggunakan senjata tajam maupun tumpul. Keduanya berkelahi menggunakan tangan kosong.
”Ya biasa berantem anak-anak, cekcok berantem saja anak-anak di asrama. Satu lawan satu, tangan kosong,” katanya, dikutip dari Merdeka.com, Selasa (9/8/2022).
Baca: Anak Kiai di Tuban Diduga Cabuli Santriwati Hingga Lahirkan Bayi
Saat ini, R telah ditahan di ruang tahanan khusus di Mapolres Kota Tangerang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ponpes Deer El-Qolam (Merdeka.com)[/caption]
MURIANEWS, Tangerang – Seorang santri berinisial BD (15) di pondok pesantren Daar El Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat, tewas usai berkelahi dengan teman santrinya, yakni R (15).
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini mengatakan,perkelahian antara BD dan R tidak mempunyai motif apapun. Itu merupakan perkelahian biasa yang kemudian berujung maut.
Pihaknya juga memastikan tidak ada kekerasan dengan menggunakan senjata tajam maupun tumpul. Keduanya berkelahi menggunakan tangan kosong.
”Ya biasa berantem anak-anak, cekcok berantem saja anak-anak di asrama. Satu lawan satu, tangan kosong,” katanya, dikutip dari Merdeka.com, Selasa (9/8/2022).
Baca: