20 Bintara Junior di Polres Bungo Jadi Korban Kekerasan 22 Senior
Murianews
Selasa, 9 Agustus 2022 16:51:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Bungo – Kekerasan terhadap bintara junior kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah 20 bintara junior Polres Bungo, Jambi.
Mereka diduga menjadi korban kekerasan atas 22 senior saat pembinaan disiplin dan pengenalan lingkungan kantor Polisi.
Kapolres Bungo AKBP Wahyu Istanto Bram Widarso membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap bintara junior tersebut. Saat ini, pihaknya tengah memburu senior yang menjadi pelaku kekerasan.
Baca: Delapan Personel Polres Kudus Dapat Penghargaan
”Kita akan mengambil sikap tegas terhadap bintara senior Polres Bungo yang melakukan penindakan berlebihan kepada para bintara junior Polres Bungo,” katanya, dikutip dari Merdeka.com, Selasa (9/8/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Polisi (Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin)[/caption]
MURIANEWS, Bungo – Kekerasan terhadap bintara junior kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah 20 bintara junior Polres Bungo, Jambi.
Mereka diduga menjadi korban kekerasan atas 22 senior saat pembinaan disiplin dan pengenalan lingkungan kantor Polisi.
Kapolres Bungo AKBP Wahyu Istanto Bram Widarso membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap bintara junior tersebut. Saat ini, pihaknya tengah memburu senior yang menjadi pelaku kekerasan.
Baca: