Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Bangkalan – Tradisi perjodohan ketika anak masih kecil, rupanya kerap terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bahkan bagi masyarakat setempat, itu sudah menjadi hal yang biasa.
Karena itu, ketika bocah berusia 4 tahun bernama Fika dilamar dan kemudian viral di media sosial tiktok yang diunggah oleh akun @taniapesekcz, warga pun tidak heran. Namun, warganet yang tidak mengetahui tradisi tersebut pastinya kaget.
Bahkan warga setempat menganggap itu sebuah hal yang wajar. Terlebih, meskipun sudah ada pertunangan, namun apabila tidak berjodoh, maka pertunangan itu tidak menjadi halangan. Artinya, anak-anak itu nantinya ketika sudah dewasa berhak untuk memilih pasangan hidupnya masing-masing.
Baca: Sering Dianggap Sama, Prosesi Lamaran dan Tunangan ternyata Berbeda
Dilansir dari detik.com, akun @@taniapesekcz yang mempunyai nama lengkap Soleha atau yang akrab disapa Tania itu, memang pernah mengunggah video pertunangan bocah bernama Fika. Fika baru berusia 4 tahun, tetapi sudah menjalani pertunangan.
Tania juga mengaku merekam sendiri dan menyaksikan acara tunangan Fika. Tania juga sengaja mengunggah video pertunangan tersebut.
”Namanya Fika (anak yang tunangan). Usia empat tahun, itu acara tunangannya,” ungkap Tania, Rabu (31/8/2022).
Dia mengungkapkan, itu mengungkapkan acara tunangan itu diadakan di Bangkalan, Madura. Video tunangan itu ia rekam pada minggu lalu. Menurutnya tunangan di usia anak-anak sudah menjadi tradisi di daerahnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




seorang ibu yampak memasangkan cincin pertunangan kepada anak berusia 4 tahun (tangkapan Layar)[/caption]
MURIANEWS, Bangkalan – Tradisi perjodohan ketika anak masih kecil, rupanya kerap terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bahkan bagi masyarakat setempat, itu sudah menjadi hal yang biasa.
Karena itu, ketika bocah berusia 4 tahun bernama Fika dilamar dan kemudian viral di media sosial tiktok yang diunggah oleh akun @taniapesekcz, warga pun tidak heran. Namun, warganet yang tidak mengetahui tradisi tersebut pastinya kaget.
Bahkan warga setempat menganggap itu sebuah hal yang wajar. Terlebih, meskipun sudah ada pertunangan, namun apabila tidak berjodoh, maka pertunangan itu tidak menjadi halangan. Artinya, anak-anak itu nantinya ketika sudah dewasa berhak untuk memilih pasangan hidupnya masing-masing.
Baca: