Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Yogyakarta – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Pandanaran Yogyakarta mewisuda 110 sarjana, Sabtu (17/9/2022). Wisuda ke-6 yang berlangsung di Hall Al Jauharah Komplek 3 Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta itu berlangsung khidmat.

Dalam acara wisuda itu juga terdapat 5 sarjana yang hatam Al-Qur`an 30 Juz. Mereka turut diwisuda dan menjadi kebanggan kampus.

Ketua STAI Sunan Pandanaran, KH Imaduddin Sukamto mengatakan, wisuda ke-6 ini meluluskan 110 mahasiswa dan secara grafik selalu naik sejak wisuda yang pertama.

”Dalam wisuda periode ke-6 ini, ada lima wisudawan yang telah hafal Al-Qur’an 30 juz,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Murianews, Rabu (21/9/2022).

Dalam sambutannya, Kiai Imaduddin menyampaikan harapan dan doa agar para lulusannya nanti siap untuk berkhidmah, menekuni, memperdalam dan mengembangkan ilmu sesuai bidangnya masing-masing, untuk kemaslahatan ummat di mana pun nanti tinggal.

Baca: Viral Anggota Brimob Meninggal dan Kopasus Terluka Dikeroyok Orang di Kebayoran Baru

”Jangan takut tidak mendapatkan rizqi, setalah anda terjun ke masyarakat. Allah sudah menjamin rizqi untuk semua makhluknya. Bertawakkallah kepada Allah, jika kalian memang orang-orang yang beriman,” tegas Kiai Imaduddin.

Menyitir hadis Nabi Muhammad SAW, Ketua STAI Sunan Pandanaran ini juga memberi pesan agar alumninya menjadi orang yang kuat dan memberi manfaat kepada orang lain.
”Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah melakukan apa pun yang bermanfaat, mohon pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah, juga jangan berkecil hati,” tegasnya.Kiai Imaduddin juga menyampaikan agar para alumni selalu berbuat baik kepada siapa pun yang dilandasi hanya karena Allah semata.Baca: 18 Calon Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Daftar Lewat Jalur Prestasi KarateSayyidina Ali pernah memberi pesan agar kita berbuat baiklah kepada siapa pun karena Allah. Jangan suka meminta-minta, kecuali kepada Allah SWT. Hati kita jangan bergantung kepada makhluk, bergantunglah hanya kepada Sang Khaliq,” tegasnya.Kiai Imaduddin juga memberikan motivasi kepada wisudawan agar punya semangat tinggi dalam perjuangan di masa depan.“Orang yang berhasil, bukanlah orang yang tak pernah gagal. Orang yang berhasil adalah orang yang ketika gagal, lalu bangkit lagi, gagal bangkit lagi, gagal bangkit lagi, sampai benar-benar bangkit,” tegas Kiai Imaduddin. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler