Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Surabaya – Sebanyak 92 jemaah umrah yang hendak berangkat ke Tanah Suci, dilaporkan telantar di Bandara Juanda, Surabaya.
Pemberangkatan mereka gagal lantaran tidak ada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan.
Kabar mengenai terlantarnya 92 jemaah Umrah itu dilaporkan oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri).
Baca: Biro Haji yang Telantarkan 46 WNI Ternyata Pernah Bermasalah
Kepala Bidang Amphuri, Zaky Zakaria mengatakan, kegagalan jemaah umrah yang hendak berangkat ke tanah suci ini bukan kali pertama.
”Kemarin, 26 September, KKP Juanda kembali mengakibatkan kegagalan jemaah umrah sebanyak 94 orang,” ujarnya, dikutip dari solopos.com, Selasa (27/9/2022).
Namun pada kegagalan kali ini, Zaky menyampaikan bahwa seluruh jemaah telah memenuhi persyaratan dan kelengkapan dokumen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Petugas memeriksa kelengkapan calon jamaah umrah saat memasuki Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/3/2022)[/caption]
MURIANEWS, Surabaya – Sebanyak 92 jemaah umrah yang hendak berangkat ke Tanah Suci, dilaporkan telantar di Bandara Juanda, Surabaya.
Pemberangkatan mereka gagal lantaran tidak ada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan.
Kabar mengenai terlantarnya 92 jemaah Umrah itu dilaporkan oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri).
Baca: