Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Malang – Hingga saat ini polisi masih terus mencari dalang dibalik penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur (Jatim) yang diduga menjadi penyebab tewasnya ratusan orang.

Sebab, dari temuan Kompolnas, Eks Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat tidak memerintahkan anak buahnya untuk menembakkan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, untuk dalang penembakan gas air mata itu masih diselidiki. Sejauh ini tim investigasi masih bekerja.

”Makanya ini kan masih didalami, dari hasil pendalaman itu,” ungkap Dedi, dikutip dari Detik.com, Selasa (4/10/2022).

Baca: Data Dinkes Malang: Korban Meninggal 133 Orang Imbas Tragedi Kanjuruhan  

Guna menyelidiki soal siapa yang memberi perintah menembakkan gas air mata, Kapolri telah mencopot 9 komandan Brimob yang saat itu bertugas di lapangan.

”Bapak Kapolri memerintahkan kepada Kapolda, 9 manajer pengaman lapangan (komandan Brimob) langsung dinonaktifkan,” imbuh Dedi.

Setelah dicopot, bukan berarti Polri berhenti meminta keterangan 9 komandan Brimob. Mereka terus dimintai keterangan soal siapa yang menembakkan gas air mata hingga akhirnya membuat penonton berhamburan dan berdesakan.
”Saat ini masih didalami lagi,” ucap Dedi.Baca: 30 Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Dirawat di Rumah Sakit, Alami Sesak NapasSementara Kompolnas mengungkap fakta bahwa AKBP Ferli Hidayat tidak pernah memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan tembakan gas air mata. Saat itu, Ferly sudah meminta agar 15 menit sebelum pertandingan selesai, pintu keluar dibuka semua.Namun, pihak kepolisian juga tidak mengetahui mengapa ada pintu stadion yang masih terkunci.”Jadi tidak ada itu perintah dari Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat untuk membubarkan massa menggunakan gas air mata. Dan setelah kami konfirmasi, juga tidak ada perintah untuk menutup pintu stadion,” tegas Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler